Menjaga Kesehatan Penambang Tradisional Wonocolo

Fotografer: Wahyu Budiyanto

blokBojonegoro.com - Udara pagi di perbukitan Kedewan menyengat pekat oleh aroma mentah minyak bumi. Dari kejauhan, deru konstan mesin diesel tua bersahutan dengan derit tiang-tiang kayu rig yang menjulang ke langit perbukitan. Di wilayah ini, terdapat ratusan sumur tua yang dikelola oleh masyarakat setempat di Wonocolo, sebuah peninggalan sejarah yang dioperasikan secara tradisional turun-temurun sejak era kolonial.

Saban hari, para penambang minyak tradisional melangkah menembus tanah berlumpur hitam yang licin. Tanpa perlengkapan keselamatan canggih, mereka memanjat struktur kayu, memutar tali seling, dan menimba cairan mentah dari kedalaman perut bumi. Ini adalah lingkungan kerja yang ekstrem dan penuh resiko, tempat ancaman paparan gas beracun, kelelahan fisik yang menyiksa, hingga potensi kecelakaan kerja menjadi bayangan konstan dalam tiap helai napas mereka.

Di tengah kerentanan tersebut, upaya kolaborasi yang makin solid antara BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan membawa angin segar bagi mereka para pekerja di sektor informal, termasuk pekerja tambang tradisional di Wonocolo. Langkah strategis ini terus didorong melalui komitmen pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan anggaran atau program perlindungan bagi pekerja rentan dan pekerja informal agar tercapai cakupan semesta jaminan sosial (Universal Coverage).

Berlandaskan semangat gotong royong semua tertolong, integrasi jaminan sosial ganda ini memastikan para buruh tambang tidak berjalan sendirian; mereka tidak hanya terlindungi dari sisi pembiayaan kesehatan kuratif, tetapi juga memperoleh jaring pengaman atas risiko kecelakaan kerja yang nyata mengintai di lapangan.

Memperkuat payung perlindungan tersebut di tingkat tapak, BUMD PT BBS (Bojonegoro Bangun Sarana) berkolaborasi dengan Puskesmas Kedewan dan Pemerintah Daerah Bojonegoro hadir memberikan dukungan fasilitas kesehatan bagi penambang dengan mendirikan Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) langsung di kawasan tambang minyak tradisional Wonocolo. Inisiatif lintas sektoral ini selaras dengan semangat Cek Kesehatan Gratis, sesuai amanat Asta Cita Presiden Prabowo tentang kesehatan masyarakat, yang menempatkan kesejahteraan pekerja informal sebagai prioritas pembangunan nasional.

Melalui Pos UKK ini, tim medis turun langsung menyapa para pekerja dengan menyelenggarakan Cek Kesehatan Gratis bagi penambang tradisional secara berkala di lokasi pertambangan tradisional. Pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, hingga konsultasi medis dilakukan di sela-sela waktu istirahat tanpa mengganggu ritme produksi harian mereka.

Di antara deretan pekerja yang mengantre dengan pakaian bernoda cipratan minyak, tampak Warji (73). Sebagai pekerja yang telah terdaftar di JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) serta terlindungi jaminan sosial, ia kini merasakan ketenangan ganda dalam melakoni profesinya.

"Alhamdulillah, sekarang bisa rutin cek gula darah dan tensi gratis, gak perlu jauh-jauh datang ke puskesmas." tutur Warji sambil menyunggingkan senyum leganya usai diperiksa oleh petugas medis.

Senada dengan Warji, Parmin (75), penambang lansia yang sudah lama menjadi peserta JKN ini pun merasa sangat terbantu dengan kehadiran cek kesehatan gratis ini.

"Enak sekarang, bisa periksa gratis, badan sehat, pulang masih dapat snack," tutur Parmin polos.

Bagi mereka, integrasi jaminan sosial dan layanan kesehatan di Pos UKK Wonocolo menjadi bukti nyata kolaborasi demi melindungi para pejuang minyak tradisional. Dengan semangat gotong royong dan cakupan jaminan sosial semesta, masa depan para penambang tradisional beserta keluarga mereka kini dapat terus terjaga. [mad]