Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SMK Negeri 2 Bojonegoro tidak hanya menjadi ajang penyambutan siswa baru, tetapi juga menjadi momentum mengenalkan budaya sekolah, karakter, hingga lingkungan belajar yang sehat dan berwawasan lingkungan. Sebanyak 648 siswa baru dari 10 kompetensi keahlian mengikuti rangkaian MPLS yang berlangsung hingga Jumat (17/7/2026) nanti.
Kepala SMKN 2 Bojonegoro, Alim Suwantono, mengatakan konsep MPLS tahun ini mengedepankan pendekatan yang ramah terhadap peserta didik sekaligus berlandaskan penghormatan terhadap hak-hak anak (human rights).
"Yang paling utama adalah bagaimana siswa baru mengenal lingkungan sekolah dengan baik. Ada tiga hal yang kami kenalkan, yaitu budaya sekolah, lingkungan fisik sekolah, dan seluruh sumber daya manusia (SDM) yang ada di sekolah," ujarnya kepada blokBojonegoro.com, Selasa (14/7/2026).

Alim menjelaskan, pengenalan budaya sekolah meliputi tata tertib, visi dan misi sekolah, serta nilai-nilai yang menjadi pedoman seluruh warga sekolah.
Sementara pengenalan lingkungan fisik dilakukan dengan memperkenalkan berbagai fasilitas penunjang pembelajaran, seperti ruang teori, ruang praktik sesuai jurusan, laboratorium, ruang ibadah, hingga sarana olahraga agar siswa lebih cepat beradaptasi.
Selain itu, siswa juga dikenalkan dengan seluruh tenaga pendidik dan kependidikan. Menurutnya, jumlah guru dan tenaga kependidikan di SMKN 2 Bojonegoro jauh lebih banyak dibandingkan jenjang SMP sehingga penting bagi peserta didik mengenali seluruh SDM yang akan mendampingi proses belajar mereka.
Salah satu fokus baru dalam MPLS tahun ini adalah penguatan komitmen sekolah sebagai kawasan bebas asap rokok, termasuk larangan penggunaan rokok elektrik atau vape di lingkungan sekolah.
"Ini menjadi perhatian kami tahun ini. Kami ingin membangun lingkungan belajar yang sehat sehingga siswa sejak awal memahami bahwa sekolah merupakan kawasan bebas asap rokok, termasuk rokok elektrik," tegasnya.
Tak hanya itu, siswa kelas X juga mulai dikenalkan dengan berbagai program unggulan sekolah, termasuk inovasi di bidang ketahanan pangan yang menjadi bagian dari pembelajaran berbasis proyek.
Di bidang lingkungan hidup, SMKN 2 Bojonegoro juga tengah mempersiapkan diri sebagai piloting Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Timur. Tahun ini, sekolah menjadi salah satu SMK yang ditunjuk untuk mengikuti program tersebut.
Berbagai upaya telah dilakukan untuk mendukung program Adiwiyata, mulai dari gerakan membersihkan lingkungan sekolah bersama OSIS, pemanfaatan lahan sekolah, hingga pengembangan kebun dan peternakan edukatif bekerja sama dengan Dinas Peternakan.
"Anak-anak kami ajak terlibat langsung, mulai dari menanam, merawat hingga memanen. Kami ingin membangun karakter peduli lingkungan sekaligus memberi pengalaman belajar yang nyata," kata Alim.
Melalui rangkaian MPLS Ramah ini, pihak sekolah berharap siswa baru tidak hanya mengenal lingkungan belajar, tetapi juga mampu menumbuhkan karakter disiplin, berintegritas, peduli kesehatan, serta memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sejak hari pertama menjadi bagian dari keluarga besar SMKN 2 Bojonegoro. [feb/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published