Pengirim: Farida
blokBojonegoro.com – Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa terus dilakukan Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro melalui kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang mengusung tema "Hilirisasi Olahan Singkong sebagai Upaya Pemberdayaan Perempuan Desa Melalui Program Digitalisasi UMKM dalam Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs)." Kegiatan ini berlangsung di Jelu, Ngasem, Bojonegoro, pada Kamis (25/6/2026).
Kegiatan ini didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unugiri sebagai bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat desa.
Melalui program tersebut, tim PKM memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM, khususnya perempuan desa, agar mampu meningkatkan nilai tambah produk olahan singkong sekaligus memanfaatkan teknologi digital sebagai media pemasaran dan pengembangan usaha.
Ketua tim PKM, Ririn Fauziyah menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan tidak cukup hanya dengan memberikan pelatihan produksi, tetapi juga harus diiringi dengan peningkatan kemampuan berwirausaha di era digital.
"Perempuan desa memiliki potensi besar dalam mengembangkan usaha berbasis pangan lokal. Melalui hilirisasi dan digitalisasi UMKM, kami berharap produk yang dihasilkan mampu memiliki nilai jual lebih tinggi dan menjangkau pasar yang lebih luas," ungkapnya.
Sementara itu, Ari Abi Aufa menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat melalui kegiatan pengabdian.
"Program ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara kampus dan masyarakat. Harapannya, pelaku UMKM tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga menguasai strategi pemasaran digital sehingga usahanya dapat berkembang secara berkelanjutan," tuturnya.
Senada dengan itu, Agus Sholahudin Shidiq menekankan bahwa penguatan ekonomi masyarakat harus dimulai dari potensi lokal yang dimiliki desa.
"Singkong merupakan komoditas yang mudah dijumpai di Bojonegoro. Jika dikelola secara inovatif dan dipasarkan dengan baik, produk olahannya dapat menjadi sumber pendapatan yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujarnya.
Program yang dilaksanakan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas pelaku UMKM perempuan dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pemberdayaan perempuan, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan desa yang berkelanjutan. [mu]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published