Reporter: Rizki Nur Diansyah
blokBojonegoro.com – Sebanyak 50 guru madrasah yang tergabung dalam Forum Guru Sertifikasi Nasional Indonesia (FGSNI) Kabupaten Bojonegoro resmi bertolak menuju DKI Jakarta, Selasa (19/5/2026) siang.
Keberangkatan ini menjadi bagian dari perjuangan mereka dalam mengawal isu kesejahteraan guru madrasah yang dinilai semakin terpinggirkan.
Menggunakan dua armada bus, rombongan diberangkatkan dari halaman Gedung DPRD Kabupaten Bojonegoro tepat pukul 14.00 WIB. Mereka diperkirakan tiba di Jakarta pada Rabu (20/5/2026) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB sebelum melaksanakan agenda audiensi di tingkat pusat.
Setibanya di ibu kota, para guru dijadwalkan bergabung dengan FGSNI dari berbagai daerah di Indonesia untuk melakukan audiensi bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Senayan, selanjutnya ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB).
Keberangkatan rombongan dilepas langsung Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Abdulloh Umar, didampingi Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro, Moch. Choirul Anam.
Ketua DPRD Bojonegoro, Abdulloh Umar mengungkapkan, ia mendukung terhadap perjuangan para guru madrasah yang tengah memperjuangkan hak-haknya. Namun, ia juga mengingatkan agar aksi dilakukan secara tertib.
“Jangan sampai ada tindakan rusuh yang justru bisa menciptakan preseden buruk bagi nama baik Kabupaten Bojonegoro,” ungkap Umar.
Sementara itu, Ketua FGSNI Bojonegoro, Burhanudin, menyebut langkah menuju Jakarta terpaksa ditempuh lantaran persoalan kesejahteraan guru madrasah di daerah dinilai semakin terabaikan.
FGSNI menyoroti tingginya penyerapan anggaran pendidikan nasional yang saat ini dialokasikan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi tersebut disebut berdampak pada pos anggaran kesejahteraan pendidik, khususnya guru madrasah yang telah lama mengabdi.
Melalui audiensi di DPR RI dan KemenpanRB, para guru membawa tuntutan agar kebijakan baru pemerintah, termasuk program MBG, tidak mengorbankan kesejahteraan guru madrasah.
Usai doa bersama di halaman gedung dewan, dua armada bus yang membawa rombongan guru madrasah itu, langsung melaju menuju Jakarta melalui jalur utama, membawa harapan besar akan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan para pendidik. [riz/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published