Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Proses seleksi anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Bojonegoro terus berjalan dan kini memasuki tahap wawancara. Dari total 48 pendaftar, sebanyak 45 peserta dinyatakan lolos verifikasi berkas dan berhak mengikuti tahapan lanjutan yang digelar selama dua hari, Sabtu (25/6/2026).
Ketua Panitia Seleksi, H. M. Ridlwan Hambali, menjelaskan bahwa seluruh tahapan dilakukan secara terbuka dan profesional. Ia menyebut, peserta yang lolos merupakan putra-putri terbaik Bojonegoro dengan beragam latar belakang dan gagasan.
"Setelah dilakukan verifikasi data atau berkas, ada empat puluh lima yang masuk. KIta mulai wawancara, kita buat dua hari, tanggal 24 April dari pagi jam delapan sampai sore, kemudian dilanjutkan hari Senin tanggal 27," ujarnya saat dikonfirmasi blokBojonegoro.com usai pelaksanaan wawancara hari pertama.
Dalam proses wawancara, panitia menggali ide dan gagasan peserta terkait upaya peningkatan kualitas pendidikan di Bojonegoro. Ridlwan menegaskan, mekanisme seleksi dilakukan secara adil, termasuk dalam pemberian soal yang dipilih secara acak oleh peserta.
"Tentu kami bertindak sebagai pansel seprofesional mungkin, seterbuka mungkin. Bahkan mekanisme soal pun tidak kita pilah-pilih, ada tiga belas bentuk soal dan peserta memilih sendiri melalui nomor yang diambil, lalu kita bacakan di hadapan semua," jelasnya.
Ia menambahkan, setelah seluruh tahapan wawancara selesai, panitia akan melakukan rekapitulasi nilai. Dari 45 peserta, akan diambil 22 kandidat dengan nilai tertinggi untuk direkomendasikan kepada Bupati Bojonegoro.
"Nanti kita ambil dua puluh dua nilai tertinggi dan terbaik untuk direkomendasikan ke Bupati. Dari situ, Bupati yang akan menentukan maksimal sebelas anggota untuk diterbitkan SK,” tegasnya.
Ridlwan juga menekankan bahwa hasil seleksi di tingkat panitia belum menjadi jaminan terpilih sebagai anggota Dewan Pendidikan, karena keputusan akhir berada di tangan Bupati.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat turut mengawal proses ini demi meningkatkan kualitas pendidikan di Bojonegoro. Menurutnya, Dewan Pendidikan memiliki peran strategis sebagai pemberi pertimbangan, pendukung kebijakan, pengawas, serta penghubung antara masyarakat dan pemerintah.
"Kami mohon support dari seluruh masyarakat. Ayo kita kawal kualitas pendidikan di Bojonegoro dengan memilih orang-orang terbaik di Dewan Pendidikan yang punya fungsi jelas, mulai dari pertimbangan, dukungan, pengawasan, hingga menjadi media antara masyarakat dan pemerintah," pungkasnya. [feb/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published