Akses Guru dan Dosen Lebih Mudah, Kemenag Siapkan Diklat Digital KBC

Reporter: Muhammad

blokBojonegoro.com - Kemenag RI tengah menyiapkan terobosan pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) versi digital melalui platform MOOC Pintar. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman transformatif yang mendalam, menghadirkan kualitas refleksi yang biasanya hanya ditemukan dalam pelatihan tatap muka (offline).

Kepala Pusbangkom SDM, Mastuki menegaskan bahwa inovasi ini bertujuan menyentuh sisi kesadaran (awareness) dan spiritualitas ASN Kemenag. Selama ini pelatihan KBC dilaksanakan secara luring (tatap muka). Namun, besarnya animo dari guru agama, pengawas madrasah, dan dosen, Pusbangkom menyiapkan pelatihan daring dengan tetap mempertahankan pendekatan based on experiential learning.

"Melalui experiential learning, peserta tidak hanya sekadar belajar atau menyerap teori, tetapi benar-benar merasakan dan mengalami langsung esensi dari Panca Cinta melalui berbagai stimulasi indrawi dan refleksi psikologis yang telah kami sistematisasikan. Meskipun digital, kami menghadirkan kedalaman rasa melalui materi seperti Tea Ceremony dan simulasi Planetarium, mindful learning, mindful writing agar ASN Kemenag bekerja dengan landasan cinta Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, alam semesta, diri dan sesama, serta cinta tanah air" ujar Mastuki di Ciputat, kemarin.

Program ini disusun secara sistematis untuk mentransformasi pola pikir ASN melalui dua besaran materi. Pertama, materi dasar sebagai fondasi yang membahas filosofi cinta dalam Islam dan urgensi kurikulum berbasis cinta melalui sesi overview Petani Panca Cinta. Kedua, materi inti, dimana peserta mendalami dan mengalami Panca Cinta melalui ARKA, yakni Aktivitas, Refleksi, Konseptualisasi, dan Aplikasi.

"Melalui ARKA, peserta yang ikut secara daring akan diajak berpetualang mencari 5 formula rahasia Panca Cinta dengan mengisi diary petualangan secara individual. Diary ini wajib dimiliki setiap peserta untuk memastikan semua sesi diikuti dengan sungguh-sungguh. Melalui gamifikasi, alur cerita, karakter, atau narasi, peserta diminta menganalisis, melakukan refleksi dan konseptualisasi, lalu merancang kegiatan (aplikasi) yang relevan dengan lembaganya masing-masing" urainya.

Materi pelatihan ini akan diisi oleh narasumber utama Menteri Agama RI, Prof. Dr KH Nasaruddin Umar, MA yang merupakan inisiator KBC. Lalu ada perumus dan konseptor KBC, yakni Haidar Bagir, Irfan Amalee, Iswoyo, Azam Bahtiar, dan Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM. Tiap sesi akan dipandu secara menarik oleh fasilitator terlatih dari Pusbangkom yang telah lulus Training of Facilitator (ToF) sebelumnya. [mad]