Menghidupkan Nilai dan Budaya: SMKN Sugihwaras Rayakan Hari Guru dengan Kreativitas dan Ketulusan

Reporter: M.anang Febri

blokBojonegoro.com - Hari Guru Nasional menjadi momen yang istimewa bagi seluruh warga SMKN Sugihwaras. Sejak pagi, suasana sekolah dipenuhi semangat penghormatan yang tidak diwujudkan melalui hadiah, tetapi lewat karya dan praktik pembelajaran yang diperlihatkan siswa. Kepala SMKN Sugihwaras, Umi Kulsum, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa inilah bentuk apresiasi yang paling tulus bagi para guru.

"Hari ini sangat istimewa karena anak-anak mempersembahkan penghormatan bukan lewat benda, tetapi lewat apa yang sudah mereka pelajari dari guru. Mereka menunjukkan bahwa ilmu itu benar-benar dipahami dan dipraktikkan," ujar Umi Kulsum kepada blokBojonegoro.com, Selasa (25/11/2025). 

Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah tari Remo yang dibawakan siswa kelas X. Selain menjadi atraksi budaya, tarian ini merupakan hasil pembelajaran pelestarian budaya lokal yang telah dijalankan sejak awal tahun. 

"Tari Remo ini bagian dari upaya kami menanamkan budaya lokal sejak dini. Anak-anak belajar bukan hanya gerakan, tetapi makna," jelasnya.

Setelah upacara pada pagi hari, kegiatan berlanjut dengan pameran kewirausahaan siswa kelas XI yang menampilkan beragam produk kreatif sebagai hasil pembelajaran kurikuler. Dari makanan olahan hingga kerajinan tangan, para siswa memperlihatkan bahwa pembelajaran wirausaha bukan sekadar teori. "Kami ingin anak-anak tidak hanya menguasai kompetensi, tetapi juga memiliki jiwa wirausaha," lengkap Kepala SMKN Sugihwaras.

Di sisi lain, siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) menarik perhatian dengan membuka layanan cuci kendaraan bermotor murah untuk guru dan siswa. Layanan ini menjadi bagian dari praktik langsung yang memberi pengalaman nyata dalam melayani dan bekerja secara profesional.

"Ini bentuk pembelajaran berbasis pengalaman, agar anak-anak TKRO terbiasa melayani dengan baik," tambah Umi.

Rangkaian peringatan juga diisi dengan mini drama yang menggambarkan keseharian siswa—dari kebiasaan bersolek berlebihan hingga isu merokok yang masih sering ditemukan di kalangan remaja. Drama tersebut memberi pesan moral secara ringan namun mengena.

"Tidak ada siswa yang sempurna. Kenakalan wajar. Tapi lewat drama itu kami ingin mereka sadar bahwa merokok itu berbahaya dan tidak boleh di lingkungan sekolah," jelas perempuan berkacamata itu.

Tidak hanya apresiasi dari siswa untuk guru, sekolah juga memberikan penghargaan kepada para pendidik. Dalam momen khusus yang penuh haru, Kepala SMKN Sugihwaras memberikan apresiasi kepada lima guru favorit, inspiratif dan berprestasi sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi, inovasi, dan keteladanan mereka selama ini.

Di tengah rangkaian acara, Umi Kulsum menegaskan kembali bahwa guru memiliki peran yang tak tergantikan. Ia kemudian menutup peringatan Hari Guru dengan pesan mendalam kepada seluruh pendidik.

"Ilmu bisa dicari di internet, tetapi pembentukan karakter, kesabaran, dan keteladanan tidak bisa dicari di Google. Itu muncul dari hati guru. Untuk guru-guru SMKN Sugihwaras, jangan pernah lelah memberi ilmu. Siapa tahu satu ilmu yang kita bagikan nantinya menjadi jalan menuju surga. Teruslah menjadi guru yang ikhlas mengabdi pada bangsa dan negara," urainya berpesan tegas.

Perayaan Hari Guru di SMKN Sugihwaras tahun ini menjadi lebih dari sekadar kegiatan tahunan. Ia menjadi ruang untuk merayakan ketulusan, memperlihatkan hasil pendidikan, dan meneguhkan kembali hubungan hangat antara guru dan siswa—sebuah perayaan yang hidup, bermakna, dan membekas. [feb/mad]