Menang 3-0, Petrokimia Gresik Kasih Pelajaran Pemain Muda Jenggolo Sport

Reporter: Muhammad

blokBojonegoro.com - Laga di jam terakhir lanjutan Livoli Divisi Utama 2025 di GOR Utama Bojonegoro menghadirkan laga penuh drama. Tegang dan menarik, Sabtu (20/9/2025) malam. Yakni Jenggolo Sport Sidoarjo melawan Petrokimia Pupuk Indonesia.

Anak-anak Jenggolo tidak memberikan Petrokimia Gresik menang mudah. Segala upaya dilakukan, mereka tak gentar. Bahkan, tidak terlihat mereka masih berusia rata-rata 18 tahun. Walaupun akhirnya mereka harus kalah 3-0 (16-25, 15-25, 18-25).

[Baca Juga: https://blokbojonegoro.com/2025/09/20/tontonan-menarik-saling-serang-calista-maya-dan-wa-ode-saat-bharata-kalahkan-wahana/]

Disaksikan ratusan penonton di tribun sebelah selatan dan timur, Putri Agustin, Bela Sabrina dan Mediol Yoku langsung menggebrak. Jenggolo tertinggal jauh, 1-5. Sesekali, lewat Mayhasta Bethari, Jenggolo mengirim sinyal perlawanan.

Pelan tapi pasti, anak asuh Markoji itu mulai menipiskan ketertinggalan, mulai 2-8, 6-11 dan sampai 9-16. Setelah itu, Jenggolo makin tertinggal setelah tipuan Shella Bernadetha tidak bisa dikembalikan. 

Disusul kesalahan demi kesalahan pemain Jenggolo, giliran Putri Agustin menggila dengan jumping servisnya. Juga, Mediol Yoku yang menuntaskan perlawanan Yuna Alicia dan kawan-kawan dengan skor akhir 16-25.

Set kedua dimulai, skor langsung ketat. Saling serang terjadi. Setelah Mediol Yoku dapat poin untuk Petrokimia, Jenggolo membalas dengan smash keras Yuna Alicia. 2-3 poin bertambah dan digandakan lagi oleh tipuan setter Ajeng jadi 3-5 dan smash keras Geofanny Eka.

Setelah itu, Ajeng benar-benar membagi bola dengan indah kepada juru gedor Putri Agustin, Mediol Yoku dan sesekali umpan pendek ke Geofanny. Jenggolo makin tertinggal jauh, 11-15, berlanjut 13-19, 14-22 dan Mediol Yoku menutup dengan smash keras membuat set ketiga berakhir 15-25.

Jenggolo Sport mulai bangkit di awal set ketiga. Smash keras Yuna Alicia dan Mayhasta berhasil membawa unggul 5-4 atas Petrokimia. Namun, karena banyak pemain pengalaman, Putri Agustin dan kawan-kawan sangat tenang, sehingga menyamakan 5-5.

Setelah itu, kejar-kejaran angka silih berganti. Middle Blocker Petrokimia Geofanny menjadi pembeda. Beberapa kali selain bisa memblok serangan Yuna Alicia, ia juga cepat menyerang balik. Hingga skor sama 14-14, Geofanny menyumbang beberapa poin beruntun. 

Jenggolo makin sulit mengejar, karena selain umpan-umpan terukur Ajeng dari Petrokimia, penyerang ganas seperti Putri Agustin, Mediol Yoku dan Geofanny, semuanya bisa dikonfersi jadi poin. Skor 18-23 sempat bertahan rally cukup panjang hingga match poin 18-25. Putri Agustin menyudahi pertandingan 18-25 dengan smash cukup keras. [mad]