Kontributor: Ahmad Nashiruddin
blokBojonegoro.com – Gedung yang lebih sering tidak dipakai, daripada termanfaatkan, yakni Gedung Pusdiklat di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, sekarang berubah total.
Tepat setelah 15 Agustus 2025 adanya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 36 Bojonegoro Tahap 1 B Tahun Ajaran 2025-2026, lokasi yang awalnya sepi menjadi begitu ramai. Gedung yang dulu identik dengan pelatihan aparatur itu disulap sebagai tempat menimba ilmu warga Bojonegoro dari berbagai kecamatan.
[Baca Juga: https://blokbojonegoro.com/2025/08/15/tampung-100-siswa-sekolah-rakyat-bojonegoro-resmi-mulai/]
blokBojonegoro.com sengaja mengunjungi lokasi yang berada di tengah area pesawahan dan lumayan jauh dari kompleks pemukiman itu dihari-hari biasa, yakni Selasa (26/8/2025). Setiap pagi, halaman kompleks SRMA dipenuhi anak-anak yang belajar membaca, menulis, dan berhitung dengan bimbingan para guru.
Suara riang tawa mereka mengisi ruang kelas sederhana yang ditata ulang dari awalnya ruang pelatihan. Jam besuk siswa-siswi dijadwalkan waktu sore hari sekitar jam 15.00 - 17.00 WIB. Di luar jam itu, maka tidak diperbolehkan keluarga untuk berada di lokasi sambang.
Ada 100 siswa yang tinggal di asrama, meliputi 44 siswa laki-laki dan 56 siswi perempuan dari seluruh kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Dengan fasilitas asrama, konsumsi tiga kali makan dan snack dua kali sehari, mereka dibuat senyaman mungkin bisa tinggal di SRMA.
Tidak hanya itu saja, seragam siswa dan serta kebutuhan pribadi lain ditanggung. Ada 40 orang yang bekerja disitu, mulai dari tenaga pendidik, keamanan sampai bagian kebersihan serta penyedia kebutuhan siswa.
Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo menjelaskan, Pemkab Bojonegoro resmi mengalihfungsikan Gedung Pusdiklat untuk menghadirkan akses pendidikan yang lebih merata bagi masyarakat.
"Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkomitmen mendukung Program Presiden atas arahan dan bimbingan Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro," jelasnya.
Diterangkan jika, SRMA menjadi wadah pembentukan generasi bangsa yang unggul dan berkarakter. Kabupaten Bojonegoro masuk 100 rintisan awal Sekolah Rakyat se-Indonesia.
"Semoga menjadi teladan sekolah berbasis asrama di tingkat nasional dan menjadi bukti pemerataan akses pendidikan. Ini komitmen Pemkab Bojonegoro bagi seluruh rakyat Indonesia," tambahnya. [din/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published