Reporter: Parto Sasmito
blokBojonegoro.com – Walaupun tinggal menyisakan efektif 5 bulan beroperasi di Blok Migas Tuban, operator Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) tetap berusaha menahan laju penurunan produksi. Sebab, hanya itu yang bisa dilakukan saat ini.
Karena, dari tiga Pad yang ada di Lapangan Mudi, Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban total ada 25 sumur, tidak ada program untuk pengeboran baru. Sejauh ini telah ada 4 sumur injeksi dan 21 sumur produksi, serta dari jumlah tersebut hanya 9 sumur yang aktif mengeluarkan minyak.
“Yang bisa kita perbuat memang menahan laju produksi tetap stabil dikisaran 9.500 barel per hari (BPH) sampai 10.000 BPH,” kata Acting Field Manager JOB PPEJ, Fauzi Mayanullah, kepada blokBojonegoro.com.
Kondisi serupa juga berlangsung di Lapangan Sukowati ada 36 sumur, Pad A (14 sumur) dan Pad B (21 sumur produksi dan 1 injeksi). Total yang aktif 26 sumur di Sukowati, Desa Ngampel, Kecamatan Kapas dan Desa Campurrejo, Kecamatan Kota, Bojonegoro.
“Kalau tidak kita tahan, secara alamiah akan terus turun. Sebab, sumur Migas di Rahayu dan Sukowati sudah memasuki masa turun,” jelasnya.
Ia berharap, pembersihan yang dilakukan di Sukowati bisa menambah produksi beberapa ratus barel. Karena, sumur lain pastinya akan mulai turun. [ito/lis]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published