Paimo Penjual Sepatu Bekas
Menginjak Usia 84 Tahun, Tetap Giat Bekerja
Salah seorang warga Desa/Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Paimo (84), hingga kini masih giat bekerja dengan berjualan sepatu bekas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Salah seorang warga Desa/Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Paimo (84), hingga kini masih giat bekerja dengan berjualan sepatu bekas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Daerah Kecamatan Temayang khususnya Desa Belun, mayoritas penduduknya adalah seorang petani yang memanfaatkan lahan pertanian untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari.
Tak ada yang menyangka, jika di Dusun Krajan, Desa Belun, Kecamatan Temayang ada seorang peternak puyuh bernama Budi Santoso, yang saat ini telur hasil ternaknya mendominasi pasar di Temayang.
Dia hanyalah seorang bocah seperti kebanyakan. Apalagi, ia lahir di desa yang masyarakatnya secara umum ‘enggan’ untuk mengejar ilmu pendidikan tinggi. Namun, kini ia merupakan salah satu profesor dan dokter ternama di Provinsi Jawa Timur, bahkan Indonesia. Ia adalah Prof. Dr. Soetojo dr. S.Pu(K). Prof Toyo (panggilan akrabnya), juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya.
Meski hanya lulusan SMP, namun dengan usaha yang keras, warga Kedungbondo, Kecamatan Balen, Laksmi cukup sukses dengan usahanya mengubah ban bekas menjadi kursi. Bahkan, omsetnya bisa mencapai Rp.35 juta per bulan.
Bertempat di Desa/Kecamatan Dander, Enik Kusnul Yanti, wanita berumur 38 tersebut, adalah pemilik Butik Batik Latansa khas Jonegoroan yang telah menembus pasar Nasional hingga Internasional.
Suatu ketika saat melintasi jalan Sekar menuju Bubulan tepatnya di tepi hutan, tak sengaja blokBojonegoro.com menjumpai seorang berbaju lusuh, kucel, dengan tubuh hitam dekil, serta kaki berlumuran lumpur.
Memanfaatkan bahan kardus bekas, Tarno (55) warga Desa/Kecamatan Bubulan berkreasi dengan membuat wayang. Tarno mengaku kerajinan yang iya jalani saat ini hanyalah untuk mengisi waktu luang di samping bermata pencaharian sebagai petani.
Mendung menggeliat terhampar di langit Kota Bojonegoro, sesekali suara petir terdengar ketika blokBojonegoro.com menghampiri sosok pria asli Dusun Ngangkatan Desa Mulyoagung Kecamatan Kota Bojonegoro ini, senyum hangat kala berjabat tangan bagai teman yang sudah lama mengenalnya.
- Banyak cara yang dilakukan untuk bisa membantu sesama asalkan ada niatan, seperti yang dilakukan Romlan (51), warga asal Desa Penganten Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro. Petani kelahiran 8 Agustus 1965 itu, Minggu (19/2/2017) kemarin, menerima penghargaan Satya Kencana Kebaktian Sosial dari Presiden RI, karena telah mendonorkan darahnya sebanyak 100 kali.