Skip to main content

Category : Berita Sebelumnya


Info Haji 1447 Hijriah Tahun 2026

Area Komersial Hotel Jemaah Haji RI Catat Peningkatan Pendapatan di 1447 H/ 2026 M

Optimalisasi area komersial hotel jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 H/2026 M menunjukkan hasil positif. Penguatan kerja sama antara Kementerian Haji dan Umrah RI bersama BPKH Limited berhasil mendorong peningkatan pendapatan serta produktivitas pemanfaatan area komersial.

Kolom

Mengurai Anomali DTSEN Bojonegoro: Ketika Data Tidak Sekadar Angka

Di sebuah balai desa di pelosok Bojonegoro, seorang petugas pendataan tampak kebingungan. Di hadapannya ada rumah sederhana berdinding anyaman bambu, berlantai tanah, dan masih menggunakan kayu bakar untuk memasak. Namun ketika data di layar aplikasi muncul, keluarga itu justru tercatat memiliki kondisi yang “tidak wajar” atau masuk kategori anomali.

Berburu Solar, Antrean Kendaraan Mengular di Sejumlah SPBU Bojonegoro

Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bojonegoro. Antrean tersebut didominasi kendaraan besar seperti truk dan bus yang mengantre untuk berburu bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, Senin (1/6/2026).

Kolom

Menyalakan Kembali Api Pancasila: Dari Seremoni Menuju Pengamalan

Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni selalu menjadi momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaannya. Tahun ini, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam amanatnya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga agar "api Pancasila" tetap menyala dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Ajakan tersebut terasa sederhana, tetapi sesungguhnya menyimpan pesan yang sangat mendalam.

Kolom

Melahirkan Ketuhanan di Ruang Nyata

1 Juni, kita peringati sebagai hari lahir Pancasila. Yang namanya kelahiran, tentu ada sesuatu yang dilahirkan. Jika secara etimologis “Panca” yang artinya lima, dan “Sila” berarti berarti asas, artinya lima asas mulai dari Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, sudah seharusnya dilahirkan kembali di ruang nyata. Tidak kemudian berhenti pada gelar upacara seremonial, atau sekadar ucapan flyer belaka.