blokBojonegoroTV
Bengawan Solo Siaga, Rumah Terendam Banjir Warga Masih Bertahan
Bengawan Solo Siaga, Rumah Terendam Banjir Warga Masih Bertahan
Bengawan Solo Siaga, Rumah Terendam Banjir Warga Masih Bertahan
Pengurus Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Bojonegoro resmi dikukuhkan. Pelantikan dan pengukuhan yang diadakan di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro pada Selasa (25/2/2025) siang, dipimpin langsung oleh Kepala Kantor (Kakan) Kemenag Bojonegoro.
Sungai Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Bojonegoro memasuki siaga 3 atau merah. Hal tersebut, membuat ratusan rumah warga di Kelurahan Ledok Wetan, Kota Bojonegoro terendam banjir, Rabu (26/2/2025).
Air meluap, rumah dan jalan tergenang. Beginilah kondisi terkini di Ledok Wetan, Kota Bojonegoro, akibat banjir dari Bengawan Solo. Warga berusaha bertahan di tengah genangan, sementara akses transportasi mulai terganggu.
Prestasi membanggakan datang dari Wilayah Selatan Kabupaten Bojonegoro, tepatnya para pemuda di Desa Miyono Kecamatan Sekar yang tergabung dalam tim bola volly.
Lagi lagi Wilayah Selatan Bojonegoro Diterjang Bandang
Menjelang puasa ramadan tahun 2025, harga cabai rawit di Kabupaten Bojonegoro mulai merangkak naik. Seperti yang terjadi di Pasar Kota Bojonegoro, harga cabai rawit mencapai Rp80 ribu per kilogram.
Satreskrim Polres Bojonegoro terus melakukan serangkaian penyelidikan terhadap dugaan gratifikasi perijinan toko modern di Kabupaten Bojonegoro. Namun, dari 2 pejabat Pemkab Bojonegoro yang dijadwalkan diperiksa, 1 pejabat mangkir.
Jembatan penghubung antara Desa Sendangrejo - Desa Sumberagung di Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro putus. Putusnya jembatan tersebut, dipicu hujan deras yang mengakibatkan banjir bandang di wilayah setempat, Senin (24/2/2025).
Kemiskinan dan keterbatasan akses terhadap sumber pangan bergizi masih menjadi tantangan bagi banyak keluarga di Kabupaten Bojonegoro. Data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Kesehatan Bojonegoro mencatat bahwa pada tahun 2024, sebanyak 11,69% warga tergolong sebagai masyarakat prasejahtera. Kondisi ini berdampak pada 1.358 balita mengalami stunting per Desember 2024.