HNSI Tuban–Lamongan Perkuat Komitmen Zona Aman, Serukan “Ojo Parek-parek FSO Gagak Rimang”

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Komitmen menjaga keselamatan saat melaut sekaligus mematuhi ketentuan zona keselamatan dan keamanan di sekitar FSO Gagak Rimang kembali ditegaskan dalam kegiatan Diskusi Kelompok Terarah Zona Keselamatan dan Keamanan FSO Gagak Rimang. Kegiatan tersebut digelar di Resto Pantai Kelapa, pada Selasa (3/3/2026).

Forum yang diinisiasi oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan difasilitasi PIB Bojonegoro itu merupakan bagian dari Program Peningkatan Usaha Produksi Perikanan di wilayah Tuban dan Lamongan. Dalam pertemuan tersebut, para peserta sepakat memperkuat kolaborasi serta meneguhkan komitmen bersama untuk menjaga zona keselamatan dan keamanan di sekitar FSO Gagak Rimang.

Pada kesempatan itu, seruan kampanye “Ojo Parek-parek FSO Gagak Rimang” kembali digaungkan sebagai pengingat kolektif bagi nelayan agar tetap disiplin mematuhi batas jarak aman saat beraktivitas di laut.

Perwakilan EMCL, Rifqi Romadhon, menyampaikan apresiasi kepada Rukun Nelayan (RN) yang selama ini aktif mengedukasi nelayan terkait pentingnya keselamatan di sekitar FSO Gagak Rimang. Menurutnya, peran RN sangat strategis dalam menyampaikan pesan keselamatan secara langsung kepada para nelayan.

Rifqi menjelaskan, pendekatan sosialisasi kini dilakukan secara semi-formal dan lebih intensif agar pesan keselamatan dapat menjangkau masyarakat nelayan secara lebih efektif. Melalui pola komunikasi yang lebih dialogis dan partisipatif, diharapkan komitmen menjaga zona keselamatan dan keamanan benar-benar dipahami serta dijalankan bersama.

"Langkah ini menegaskan bahwa kampanye ‘Ojo Parek-parek FSO Gagak Rimang’ akan terus diperkuat melalui kolaborasi yang berkelanjutan," ujarnya.

Ketua HNSI Kabupaten Tuban, Faisol Rozi, menilai EMCL menunjukkan kepedulian terhadap aspek keselamatan sekaligus keberlanjutan aktivitas nelayan di sekitar wilayah operasional perusahaan. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan dengan pendekatan yang lebih humanis dalam setiap proses sosialisasi.

Menurutnya, perusahaan perlu terus membangun komunikasi yang mengedepankan prinsip memanusiakan manusia, sehingga pesan terkait zona keselamatan dan keamanan dapat benar-benar dipahami dan dijalankan oleh nelayan.

"Mari semakin memperkuat komitmen dengan ‘Ojo Parek-parek FSO Gagak Rimang," tegasnya.

Sementara itu, Ketua HNSI Kabupaten Lamongan, Sukri, berharap sosialisasi yang melibatkan pengurus Rukun Nelayan dapat dilakukan secara lebih intensif dan berkelanjutan, terutama menjelang musim tertentu yang memengaruhi pola aktivitas nelayan.

Ia juga mengusulkan penambahan spanduk kampanye “Ojo Parek-parek FSO” di sejumlah titik strategis sebagai pengingat visual agar nelayan semakin sadar pentingnya menjaga zona keselamatan dan keamanan.

"Langkah ini akan semakin membantu mengoptimalkan upaya edukasi nelayan agar tetap disiplin menjaga jarak aman sesuai ketentuan zona keselamatan dan keamanan," pungkasnya.

Forum tersebut dihadiri perwakilan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Tuban, pengurus HNSI Kabupaten Tuban dan Lamongan, Forkopimca Palang Tuban, serta pengurus Rukun Nelayan dari delapan desa di wilayah Tuban dan Lamongan.
Melalui forum ini, diharapkan sinergi antara nelayan, pemerintah daerah, dan perusahaan semakin kuat, sehingga keselamatan operasional FSO dan keamanan aktivitas nelayan dapat berjalan selaras demi keberlanjutan bersama. [feb/mad]