Alvino Dzaki, Sang “Anak Roda” dari MAN 2 Bojonegoro: Meluncur di Antara Jam Pelajaran dan Mimpi Besar

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Suasana istirahat siang di MAN 2 Bojonegoro tampak ramai oleh aktivitas siswa. Di antara mereka, seorang remaja terlihat berbincang santai sambil sesekali tersenyum malu. Dialah Muhammad Alvino Dzaki E, siswa kelas X-C yang baru saja mengharumkan nama madrasah lewat prestasinya di cabang olahraga sepatu roda.

Pada ajang Pekan Olahraga Pelajar (POP) Kabupaten Bojonegoro 2025 beberapa waktu lalu, Alvino berhasil meraih Juara 1 nomor standar 500 meter dan skate cross, dua kategori bergengsi yang digelar di sirkuit Stadion Letjen H. Soedirman dan IKIP PGRI Bojonegoro.

"Saya mulai latihan sepatu roda sejak TK. Waktu kelas dua SD sempat berhenti karena banyak kegiatan sekolah, tapi mulai latihan lagi menjelang Bupati Cup 2023. Alhamdulillah langsung juara satu," kisah Alvino, matanya berbinar penuh semangat.

Meski jadwal belajar di madrasah cukup padat, remaja asal Kelurahan Kepatihan, Bojonegoro ini tetap berusaha menyeimbangkan waktu antara pendidikan dan latihan. Bersama pelatihnya, Pak Tawan, Alvino berlatih rutin di Stadion Letjen H. Soedirman dan area IKIP PGRI Bojonegoro.

"Kalau nggak sempat latihan bareng tim, saya latihan sendiri aja di waktu senggang. Biar tetap terbiasa dan nggak kaku," katanya.

Bagi Alvino, setiap kejuaraan memberi pengalaman berbeda. "Kalau di sirkuit IKIP itu enak karena jalurnya luas, tapi kalau di Stadion Soedirman lebih menantang karena start-nya bareng delapan atlet. Kadang bisa singgungan juga," ujarnya sambil tertawa kecil 

Tak hanya soal kecepatan, bagi Alvino olahraga ini juga mengajarkan disiplin, fokus, dan kerja keras. Ia pernah mencicipi atmosfer Porprov Malang, dan kini menatap Porprov yang dijadwalkan di Sidoarjo tahun depan.

"Kalau bisa ikut lagi, pengin bawa nama Bojonegoro. Tapi sekarang masih cari sepatu yang khusus untuk skate," ucapnya.

Kepala MAN 2 Bojonegoro, H. Abdur Rozaq melalui Waka Kesiswaan, Yuliyatnio, menyampaikan rasa bangganya atas prestasi siswanya itu. Pihaknya berharap supaya prestasi yang ditoreh Albino bisa memacu semangat kawan lainnya.

"Alvino adalah contoh bahwa kegiatan belajar tidak menghalangi siswa untuk berprestasi di bidang lain. Madrasah selalu mendorong keseimbangan antara akademik dan minat bakat, termasuk olahraga," ujarnya.

Di balik deru roda dan gemuruh tepuk tangan penonton, Alvino menyimpan mimpi sederhana namun bermakna-menjadi pelatih dan membentuk klub sepatu roda sendiri di Bojonegoro.

"Biar nanti banyak anak yang bisa belajar juga. Saya pengen sepatu roda di Bojonegoro makin ramai," katanya penuh keyakinan.

Selain sepatu roda, Alvino juga menyukai badminton dan voli. Namun suara gesekan roda di lintasan tetap menjadi musik favoritnya. Dari madrasah tempatnya belajar disiplin dan tanggung jawab, Muhammad Alvino Dzaki terus meluncur menuju masa depan-dengan semangat, keseimbangan, dan mimpi yang terus berputar. [feb/mad]