Reporter: Muhammad
blokBojonegoro.com - Junjuangan kita, Nabi Muhammad hadir ke muka bumi ini menjadi cahaya yang menerangi jalan kehidupan umat manusia. Kesempurnaan akhlaknya menjadi suri teladan bagi seluruh umat, baik dalam beribadah kepada Allah maupun dalam menjalin hubungan dengan sesama manusia. Allah berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 21:
لَقَدْ كَانَ Ù„ÙŽÙƒÙمْ ÙÙيْ رَسÙÙˆÙ’Ù„Ù Ø§Ù„Ù„Ù‘Ù°Ù‡Ù Ø§ÙØ³Ù’وَةٌ ØÙŽØ³ÙŽÙ†ÙŽØ©ÙŒ Ù„Ùّمَنْ كَانَ يَرْجÙوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ Ø§Ù„Ù’Ø§Ù°Ø®ÙØ±ÙŽ ÙˆÙŽØ°ÙŽÙƒÙŽØ±ÙŽ اللّٰهَ ÙƒÙŽØ«Ùيْرًاۗ
Artinya: "Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah."
[Baca Juga: ISTRI NABI DAN KEUTAMAANNYA https://blokbojonegoro.com/2025/10/05/istri-pertama-yang-paling-dicintai-nabi-7-keistimewaan-sayyidah-khadijah/]
Imam Al-Qurthubi menjelaskan, makna uswatun hasanah dalam ayat tersebut adalah teladan baik Nabi Muhammad yang harus diikuti oleh seorang muslim di setiap perilaku dan keadaannya. (Imam Al-Qurthubi, Al-Jami'ul Ahkamil Qur'an [Beirut, Mu'assasatur Risalah: 2006], juz 17, halaman 108)
Di antara teladan baik Nabi Muhammad adalah kemuliaan akhlaknya dalam menjalani kehidupan rumah tangga yang mestinya bisa ditiru oleh seorang suami, yaitu mengerjakan pekerjaan rumah sehingga tidak merepotkan istrinya dan bergegas menunaikan ibadah shalat. Hal ini tergambar dalam sebuah hadits sebagaimana berikut:
عَن٠الْأَسْوَد٠قَالَ: Ø³ÙŽØ£ÙŽÙ„Ù’ØªÙ Ø¹ÙŽØ§Ø¦ÙØ´ÙŽØ©ÙŽ: مَا كَانَ النَّبÙيّ٠ﷺ يَصْنَع٠ÙÙÙŠ بَيْتÙÙ‡ÙØŸ قَالَتْ: كَانَ ÙŠÙŽÙƒÙون٠ÙÙÙŠ Ù…Ùهْنَة٠أَهْلÙÙ‡ÙØŒ ÙÙŽØ¥ÙØ°ÙŽØ§ ØÙŽØ¶ÙŽØ±ÙŽØªÙ الصَّلَاة٠خَرَجَ Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‰ الصَّلَاةÙ
Artinya: “Dari Al-Aswad, ia berkata: Aku bertanya kepada Aisyah: apa yang Rasulullah ï·º lakukan saat di rumah? Ia menjawab: beliau membantu pekerjaan keluarganya, jika azan berkumandang, beliau keluar (untuk shalat).” (HR Bukhari)
Syekh Ibnu Allan menjelaskan, makna lafaz mihnati ahlihi dalam hadits tersebut mencakup sejumlah pekerjaan yang dilakukan oleh Nabi saat di rumah. Di antaranya adalah memeriksa pakaian dari kutu, memerah susu kambing, menambal baju, menjahit sandal, melayani dirinya sendiri, memberi makan hewan tunggangan, menyapu rumah, mengikat unta, makan bersama pembantu, membantu membuat adonan, dan membawa barang dagangan dari pasar. (Ibnu Allan, Dalilul Falihin lit Thuruqi Riyadhis Shalihin [Beirut, Darul Kitabil Arabi: t.t], juz V, halaman 71)
Di sisi lain, walaupun Nabi Muhammad adalah seorang Rasul yang punya kedudukan tinggi serta dimuliakan dengan wahyu dan mukjizat, namun beliau tetap membantu keluarga dan mengurus dirinya sendiri tanpa meminta untuk dilayani. Menurut Imam Al-Munawi, hal itu menjadi sebuah pelajaran bagi umat Islam agar selalu bersikap rendah hati dan tidak sombong.
ÙˆÙŽÙÙيه٠أَنَّ ٱلْإÙمَامَ ٱلْأَعْظَمَ يَتَوَلَّى Ø£ÙÙ…Ùورَه٠بÙÙ†ÙŽÙْسÙÙ‡ÙØŒ وَأَنَّه٠مÙنْ Ø¯ÙŽØ£Ù’Ø¨Ù Ù±Ù„ØµÙ‘ÙŽØ§Ù„ÙØÙينَ
Artinya: “Di dalamnya mengandung pelajaran bahwa seorang pemimpin agung itu menangani urusannya sendiri, dan hal tersebut merupakan kebiasaan orang-orang saleh." (Al-Munawi, Faidlul Qadir [Beirut, Darul Kutubil Ilmiyah: 2001] juz V, hal 269-270).
Sementara itu, Imam Ibnu Rajab Al-Hambali menerangkan, hadits ini menegaskan bahwa apabila seseorang sedang sibuk dengan urusan dunianya kemudian tiba waktu shalat, hendaknya ia meninggalkan pekerjaan tersebut dan bergegas untuk menunaikan ibadah shalat, entah itu menjadi imam ataupun makmum. (Ibnu Rajab Al-Hambali, Fathul Bari fi Syarhi Shahih Bukhari [Madinah, Maktabah Al-Ghuroba Al-Atsariyyah: 1996], juz VI, halaman 109)
Itulah teladan Nabi saat di rumah yang mesti ditiru oleh seorang suami. Kepemimpinan suami dalam rumah tangga akan semakin menjadi lebih baik ketika mengikuti sunnah Rasul ini, yaitu membantu pekerjaan rumah demi meningkatkan keharmonisan keluarga. Selain itu, seorang suami hendaknya bersegera menunaikan shalat ketika waktunya telah tiba karena urusan dunia tidak akan ada habisnya. Wallahu a‘lam. [mad]
*Dikutip dari Laman Resmi Kemenag RI dan Diproduksi Tim Layanan Syariah, Ditjen Bimas Islam
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published