Tak Hanya Satu Desa, Jutaan Lalat Serang Tiga Desa di Bojonegoro

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com - Serangan jutaan lalat yang meresahkan warga, ternyata tak hanya dialami warga Dusun Pipitan, Desa Pasinan, Kecamatan Baureno. Namun, jutaan lalat yang disebabkan kandang ayam ini menyerang tiga desa di sekitar.

Tiga desa tersebut, yakni Desa Pasinan, Desa Karangdayu, dan Desa Kauman. Ketiga desa ini, mengalami serangan lalat sejak sepekan terakhir.

[Baca Juga: https://blokbojonegoro.com/2025/09/09/jutaan-lalat-serang-pemukiman-warga-bojonegoro-kandang-ayam-jadi-biang-kerok/]

Pihak kepolisian bersama Forkopimcam dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas Peternakkan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro melakukan inspeksi ke sejumlah kandang ayam yang diduga menjadi sumber permasalahan, Rabu (10/9/2025).

Kapolsek Baureno IPTU M. Soleh mengatakan, pengecekan dilakukan di lima kandang ayam milik warga. Hasilnya, empat kandang dalam kondisi kosong usai panen, namun menimbulkan bau menyengat dan banyak lalat. Satu kandang lainnya masih berisi ayam.

"Kami bersama camat, Koramil, DLH, Puskesmas dan perangkat desa meminta pemilik kandang segera membersihkan serta melakukan penyemprotan," ungkap IPTU M. Soleh.

Tak hanya itu, DLH juga sudah menyalurkan cairan pembasmi lalat, sebagai alternatif warga setempat, agar lalat yang menyerang pemukiman setempat sedikit berkurang.

Sementara itu, hal senada dikatakan Camat Baureno, Dery Aprilianto, ia menegaskan pihaknya bersama Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro sudah melakukan sidak ke lokasi. Hasilnya, kandang tersebut dalam kondisi kosong karena ayam telah dipanen.

“Jumlah ayam sebelumnya mencapai 100 ribu ekor dan kini sudah dipanen,” ungkap Dery.

Ia menambahkan, saat inspeksi di kandang ayam, ia hanya bertemua dengan pekerja. Sebab, pemilik kandang tengah menunaikan ibadah umrah. Dan akan dimintai keterangan pada Rabu (16/9/2025) mendatang.

“Kami hanya bertemu pekerja karena pemilik kandang sedang menjalankan ibadah umrah. Rencananya, Selasa depan pemilik kandang akan kami panggil untuk dipertemukan dengan warga terdampak,” pungkasnya. [riz/mad]