Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Di tengah perbukitan hijau Desa Soko, Kecamatan Temayang, Bojonegoro, hiruk-pikuk aktivitas tak biasa terdengar di halaman Sekolah Dasar Negeri (SDN) Soko IV. Tak hanya suara tawa anak-anak atau teriakan guru memandu pelajaran, tapi juga dentingan alat tukang, campuran semen, dan seruan gotong royong. Di sanalah, para prajurit TNI bersatu bersama warga, membangun bukan sekadar bangunan, melainkan juga masa depan.
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 tahun 2025 yang digelar oleh Kodim 0813 Bojonegoro, menjadikan SDN Soko IV sebagai salah satu titik fokus pembangunan infrastruktur pendidikan. Di bawah tema besar Dengan Semangat TMMD Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah, para prajurit dari tiga matra hadir bukan dengan senjata, tetapi dengan cangkul dan semangat pengabdian.
Tempat Ibadah dari Tangan Bersama
Di sisi sekolah, pondasi mungil mulai berdiri, yakni sebuah musholla. Tempat ibadah ini dibangun bukan hanya untuk melengkapi fasilitas sekolah, tetapi sebagai pusat pembinaan rohani siswa, guru, dan masyarakat sekitar.
"Pengerjaan Musholla ini dilakukan dengan gotong royong, sebagai cerminan harmoni antara prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan rakyat. Mereka sangat kompak sekali, bekerja bersama percepat pembangunan Musholla," ujar Letda Mar Rohmad Widodo, Komandan Peleton I SSK Satgas TMMD ke-125 Kodim 0813 Bojonegoro.
Musholla ini, menurutnya, adalah bagian dari sasaran fisik terpadu TMMD, yang ditargetkan rampung hingga 21 Agustus 2025. Harapannya sederhana namun bermakna besar.
"Semoga pembangunan Musholla ini selesai tepat waktu, dan bisa segera dimanfaatkan oleh para siswa, guru maupun masyarakat untuk kegiatan keagamaan," tambahnya.
Bagi warga Desa Soko, musholla itu lebih dari sekadar bangunan ibadah. Ia adalah simbol hadirnya TNI di tengah-tengah rakyat, merawat nilai-nilai spiritual bersama pendidikan formal.
Pagar Penjaga Masa Depan
Tak jauh dari lokasi musholla, tembok pagar baru menjulang mengelilingi sekolah. Panjangnya 56 meter, tingginya 2 meter, dan dibangun dengan kokoh oleh tangan-tangan Satgas TMMD dan warga yang turut serta membantu.
Komandan Peleton II SSK Satgas TMMD Letda Inf Moh. Fathurrozi menyampaikan, pembangunan pagar sekolah merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap pendidikan dan keamanan anak-anak di desa.
"Dibangunnya pagar ini bisa memberikan kesan positif terhadap sekolah, menjadikan proses belajar mengajar menjadi lebih kondusif, dan tidak terganggu dengan aktivitas orang yang lalu lalang di lingkungan sekolah," ujarnya, pada Senin (4/8/2025) siang.
Pihaknya berharap, dengan adanya pagar baru yang baik ini nanti bisa mendukung proses belajar mengajar yang lebih baik. Lingkungan sekolah menjadi lebih aman dan nyaman.
[Baca Juga: https://blokbojonegoro.com/2025/08/03/akses-terbuka-ekonomi-mengalir-jalan-cor-beton-tmmd-125-bojonegoro-tembus-desa-terpencil/]
Bagi Dewanto, S.Pd., selaku Kepala SDN Soko IV, pembangunan pagar membawa kelegaan tersendiri. Sebelumnya, kondisi sekolah tanpa pagar membuat hewan ternak bebas keluar masuk.
"Siang dibersihkan, besok paginya banyak kotoran hewan ternak di teras ruang kelas maupun halaman sekolah. Itu sangat mengganggu," ungkapnya. Kini, dengan pagar yang mengelilingi sekolah, aktivitas belajar mengajar jauh lebih kondusif.
Pembangunan musholla dan pagar di SDN Soko IV hanyalah sebagian dari sasaran fisik TMMD ke-125 di wilayah Kodim 0813 Bojonegoro. Beberapa proyek lain yang juga sedang dikerjakan antara lain pembangunan jalan beton sepanjang 1.732 meter, rehabilitasi check dam, pembuatan lima titik sumur bor, serta renovasi rumah tinggal layak huni (Rutilahu) dengan peningkatan kualitas atap, lantai dan dinding.
"Program ini tidak hanya menyentuh fisik, tetapi juga non-fisik yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," jelas Pasiter Kodim 0813 Bojonegoro Lettu Kav Sujirman. Ia menambahkan, kegiatan non-fisik juga mencakup edukasi sosial, budaya, ekonomi, hingga bela negara.
Program TMMD ke-125 bukan sekadar kegiatan pembangunan. Di Desa Soko, ia menjelma menjadi ruang interaksi, antara prajurit dan rakyat, antara pembangunan dan pendidikan, antara fasilitas dan harapan.
Kini, SDN Soko IV berdiri lebih lengkap: memiliki pagar yang menjaga keamanan anak-anak, dan musholla yang akan menumbuhkan nilai keimanan sejak dini. Semua itu hadir dari tangan-tangan yang bergotong royong, menyatu dalam semangat kemanunggalan TNI dan rakyat. [Feb/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published