Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Di tengah riuhnya pertumbuhan seni dan musik di kota-kota besar, ada denyut pelan namun kuat yang muncul dari sebuah ruang kecil di pelosok Bojonegoro. Di balik tembok SDN Dolokgede, suara-suara muda berkumpul, bukan hanya untuk bernyanyi, tetapi juga untuk tumbuh.
Pelatihan vokal yang digagas oleh Mannah Indonesia bersama Yayasan Teman Penggerak Indonesia (YTPI) dan Ademos menjadi salah satu bentuk nyata dari kegelisahan lama, bagaimana talenta-talenta desa kerap tak mendapat ruang belajar dan berkembang sebagaimana mestinya. Kegiatan ini menghadirkan Mirna Nurmala, dosen Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, sebagai pelatih utama.
Beragam peserta hadir, mulai dari penyanyi lokal, sinden muda, hingga anggota paduan suara sekolah. Mereka datang membawa harapan yang sama, yakni menjadikan suara sebagai kekuatan. Tak hanya latihan teknik vokal, pelatihan ini juga menyuguhkan ruang dialog, keberanian, dan kepercayaan diri.
"Kami datang dengan semangat belajar dan saling mendukung. Pelatihan ini membuka wawasan kami tentang bagaimana suara bukan sekadar bunyi, tetapi bisa menjadi energi yang menyentuh hati pendengar," ungkap Arrum Wijaya Kusuma, salah satu peserta.
Semangat itu pula yang ingin terus dirawat oleh Mannah Indonesia. Bagi Yudi Prasetyo, perwakilan Yayasan Mannah, kegiatan seperti ini bukan sekadar agenda pelatihan.
"Mannah Indonesia berkomitmen untuk menghadirkan kegiatan yang bukan hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga membangun karakter dan menghidupkan ekosistem seni di daerah. Bojonegoro memiliki banyak potensi, dan tugas kita adalah memfasilitasinya," ujarnya.
Dari sisi pelatih, Mirna Nurmala tak bisa menyembunyikan kekagumannya pada para peserta. Ia membagikan berbagai teknik olah vokal secara intensif dan menekankan pentingnya konsistensi dalam berkarya.
"Saya melihat begitu banyak talenta yang luar biasa di Bojonegoro. Semoga pelatihan ini menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan diri," jelas Mirna.
Pelatihan ini bukan sekadar aktivitas sehari, melainkan awal dari sebuah perjalanan panjang. Dari ruang studio sederhana, tekad tumbuh, bahwa suara-suara muda Bojonegoro layak didengar, layak mendapat tempat, dan layak menjadi harmoni masa depan. Seperti keyakinan Mannah Indonesia, ketika talenta diberi ruang, mereka tidak hanya bernyanyi, mereka membentuk gema harapan. [Feb/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published