Kilatan Emas dari Bojonegoro: Lari Jadi Andalan di PORSENI MA Jatim 2025

Reporter : M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Langkah kaki cepat berpadu dengan semangat tinggi mengiringi perjuangan kontingen Bojonegoro di ajang Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) Madrasah se-Jawa Timur Tahun 2025 yang digelar pada 7–9 Juli di Kabupaten Jember. Di antara ribuan peserta dari 38 kabupaten/kota, kontingen Madrasah Aliyah (MA) Bojonegoro tampil mencolok di cabang olahraga atletik, khususnya nomor lari.

Adalah Agry M, siswi dari MAN 5 Bojonegoro, yang menjadi sorotan setelah berhasil meraih medali emas di nomor 5000 meter putri. Kemenangan ini bukan hanya menjadi kebanggaan sekolahnya, tetapi juga menjadi salah satu capaian tertinggi Bojonegoro di cabang atletik tahun ini.

Tak hanya Agry, Andika Dwi, siswa MAN 5 lainnya, turut mempersembahkan medali perunggu pada nomor 100 meter putra, disusul oleh Novaliza, yang juga dari MAN 5, dengan perunggu di nomor 400 meter putri. Tiga medali dari cabang lari ini menempatkan Bojonegoro sebagai salah satu kontingen yang paling konsisten dalam meraih prestasi di lintasan.

Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro, H. Amanulloh, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian tersebut. Ia mengaku takjub melihat performa para pelari madrasah yang menunjukkan potensi luar biasa di tengah persaingan ketat.

"Memang spesialis. Saya belum tahu apakah mereka ikut klub lari atau tidak, tapi jelas ini potensi yang sangat layak dibina. Bahkan saat saya menonton langsung, saya lihat ada jeda 5 meter dari pelari lain, luar biasa," seru Kakan Kemanag Bojonegoro. 

Lebih lanjut, Amanulloh menekankan pentingnya evaluasi dan pembinaan berkelanjutan agar prestasi ini tidak berhenti di PORSENI saja.

"Kita perlu ada pembenahan. Harus ada training center (TC) yang lebih terarah. Kita lihat dari hasil kemarin, ada kelebihan dan kekurangan. Kita harus tahu bagaimana mempersiapkan lebih baik untuk PORSENI berikutnya. Harapannya, ke depan Bojonegoro bisa lebih banyak lagi menyumbang emas," ujarnya, Senin (14/7/2025).

Ia juga mendorong agar ke depan pembangunan dan pembinaan atlet madrasah bisa dilakukan lebih seimbang, tidak hanya mengandalkan ajang PORSENI, tetapi juga disinergikan dengan program pemerintah daerah dan dinas olahraga.

Senada dengan itu, Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Bojonegoro, H. Moh. Sholihul Hadi, melihat PORSENI sebagai momentum penting dalam pemetaan atlet muda berbakat.

"Hasil dari PORSENI tingkat kabupaten hingga provinsi ini bisa menjadi database awal. Nantinya, data atlet yang kita miliki bisa dikolaborasikan dengan dinas olahraga seperti Dinpora. Ini langkah strategis agar pembinaan bisa berjalan paralel, tidak terputus setelah event," paparnya.

Salah satu sosok yang tak bisa dilepaskan dari kesuksesan ini adalah Rizani, official sekaligus pelatih tim atletik MA Bojonegoro. Ia mengaku bangga dan terharu atas perjuangan para atlet. Laki-laki yang alrab disapa bersyukur bisa memberikan medali emas untuk kontingen Bojonegoro.

"Semangat atlet dalam berlatih, kunci porseni tahun ini. Semoga diajang porseni, Atletik bisa memberikan yang terbaik medali untuk kontingen kabupaten Bojonegoro" tuturnya.

PORSENI Madrasah Jawa Timur 2025 sendiri diikuti oleh lebih dari 9.777 siswa dari 38 kabupaten/kota, dengan puluhan cabang olahraga dan seni dipertandingkan secara serentak di berbagai lokasi di Kabupaten Jember. Antusiasme tinggi terlihat sejak hari pertama, menjadikan PORSENI bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga ruang tumbuh bagi talenta-talenta muda madrasah.

Dengan hasil yang memuaskan di cabang lari, kontingen Bojonegoro kini menatap masa depan dengan lebih percaya diri. Evaluasi, pelatihan intensif, hingga sinergi lintas instansi menjadi kunci untuk mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi.

Emas dari Agry M. adalah bukti bahwa madrasah bisa bersinar, tak hanya di bidang keagamaan, tapi juga di lintasan prestasi olahraga. Dan dari Bojonegoro, asa itu kini tengah berlari-cepat, tangguh, dan menjanjikan masa depan cerah. [feb/mu]