Reporter : Lizza Arnofia
blokBojonegoro.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pagi merilis laporan gempa dengan kekuatan 4,0 SR terjadi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Gempa terjadi pada pukul 08:04:23 WIB pada kedalaman 7 kilometer, atau Barat Laut Bojonegoro.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter. Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal.
Gempa bumi juga dirasakan di wilayah Tuban, seperti Rengel dan Parengan. Kemudian terasa di wilayah Desa Leran, Kalitidu dan Trucuk.
"Pusat gempa bumi, jika dilihat dari titik koordinat 7,11° LS ; 111,85 BT, di peta berlokasi di Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro," ungkap Kepala Stasiun BMKG Tuban, Zem Irianto Padama.
Disinggung, apakah gempa bumi ini berpengaruh terhadap struktur perbedaan tanah dengan getaran yang dirasakan. Menurutnya, berdasarkan analisis jika terjadi gempa bumi maka perjalanan gelombang dipengaruhi oleh struktur batuan di dalam bumi.
"Dari informasi masyarakat data tersebut yang diterima oleh BMKG.
Nah untuk mengapanya itu perlu penelitian secara khusus untuk melihat struktur geologinya,"ujarnya.
Hingga saat ini, dari hasil monitoring BMKG menunjukkan belum ada aktivitas gempa bumi susulan atau after shock. Serta belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa dari peristiwa gempa bumi tersebut.
"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan benarannya," imbau Zem Irianto. [liz/mu]
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter. Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal.
Gempa bumi juga dirasakan di wilayah Tuban, seperti Rengel dan Parengan. Kemudian terasa di wilayah Desa Leran, Kalitidu dan Trucuk.
"Pusat gempa bumi, jika dilihat dari titik koordinat 7,11° LS ; 111,85 BT, di peta berlokasi di Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro," ungkap Kepala Stasiun BMKG Tuban, Zem Irianto Padama.
Disinggung, apakah gempa bumi ini berpengaruh terhadap struktur perbedaan tanah dengan getaran yang dirasakan. Menurutnya, berdasarkan analisis jika terjadi gempa bumi maka perjalanan gelombang dipengaruhi oleh struktur batuan di dalam bumi.
"Dari informasi masyarakat data tersebut yang diterima oleh BMKG.
Nah untuk mengapanya itu perlu penelitian secara khusus untuk melihat struktur geologinya,"ujarnya.
Hingga saat ini, dari hasil monitoring BMKG menunjukkan belum ada aktivitas gempa bumi susulan atau after shock. Serta belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa dari peristiwa gempa bumi tersebut.
"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan benarannya," imbau Zem Irianto. [liz/mu]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published