Reporter: Nur Muharrom
blokBojonegoro.com - Hampir satu bulan musibah perahu tenggelam di penyebrangan gemblo, antara Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Bojonegoro dan Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Sampai sekarang, penyebrangan perahu tradisional yang biasanya ramai telah tutup. Menurut warga Desa Semambung, trauma membuat warga takut menyebrang.
Informasi blokBojonegoro.com, Senin (29/11/2021), masyarakat yang menyebrang memilih melalui jalur Dusun Grape, Desa/Kecamatan Kanor. Walaupun memutar, tapi itu jadi pilihan.
Terlihat, di sebelah utara pembangunan jembatan penghubung Kecamatan Kanor dan Kecamatan Rengel (KaRe), tidak terlihat hilir mudik perahu.
"Memang benar, setelah kejadian pilu yang menewaskan banyak orang itu penyebrangan tutup," jelas salah seorang warga Desa Semambung, An'im.
Menurutnya, jika ingin ke Rengel atau sebaliknya warga Regel yang ke Kanor, akan menyebrang melalui tambangan perahu Grape.
"Walaupun memutar, tapi itu jadi pilihan," tambahnya. [lin/mu]

Kondisi arus Bengawan Solo yang deras (Foto: blokBojonegoro.com/Muharrom)
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published