Reporter: Joel Joko
blokBojonegoro.com - Musim kemarau panjang di Kabupaten Bojonegoro begitu berat dijalani oleh masyarakat yang berada di wilayah kering. Baik di timur, barat atau selatan jantung Kota Bojonegoro.
Bahkan, sampai akhir bulan Oktober 2018, telah ada sedikitnya 72 desa di 18 kecamatan yang mengajukan permohonan dropping air bersih. Rata-rata telah dilakukan pengiriman oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bojonegoro.
Data yang diterima blokBojonegoro.com dari BPBD Bojonegoro, Jumat (2/11/2018) menyebutkan, jika dari jumlah pengajuan tersebut telah didrop sebanyak 371 kali dan dilakukan merata.
18 kecamatan yang membutuhkan air bersih yakni, Kecamatan Temayang, Sukosewu, Sumberrejo, Ngasem, Ngraho, Kasiman, Bubulan, Ngambon, Tambakrejo, Sugihwara dan Purwosari. Selain itu juga Kecamatan Kepohbaru, Kedungadem, Baureno, Dander, Trucuk, Malo dan Kanor.
"Hampir setiap hari kita melakukan dropping air bersih untuk desa yang mengajukan," kata Plt. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro, Nadif Ulfia.
Ditambahkan, jika setiap desa rata-rata telah dikirim lima hingga enam kali dropping air bersih. Sekali pengiriman 5.000 liter dan memakai sistem bergiliran. Sebab, armada yang dipunyai juga terbatas.
"Kita terus melakukan pengiriman sesuai data pengajuan yang masuk," pungkasnya. [oel/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published