Gubernur Khofifah Konfirmasi Positif Covid-19
Kabar mengejutkan di awal tahun 2021, setelah Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyatakan dirinya terkonfirmasi positif Covid-19.
Kabar mengejutkan di awal tahun 2021, setelah Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyatakan dirinya terkonfirmasi positif Covid-19.
Sepanjang 2020, virus corona Covid-19 sudah merenggut jutaan nyawa masyarakat dunia. Belum selesai memeranginya, masyarakat kembali dibuat khawatir dan waspada oleh kemunculan varian baru virus corona Covid-19.
Jumlah kasus baru di Jawa Timur, Sabtu (2/1/2021) bertambah 723 pasien.
Ada 25 orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 pada Sabtu (2/11/2021).
Menunjukkan surat keterangan tes rapid ataupun PCR yang hasilnya negatif COVID-19 adalah bagian dari prasyarat perjalanan sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19 di tengah-tengah masyarakat.
Di samping melakukan penangan kesehatan selama pandemi Covid-19 di tahun 2020, pemerintah juga terus berupaya memulihkan sektor perekonomian yang terdampak pandemi. Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, dua hal itu menjadi fokus utama dan harus dilaksanakan secara berhati-hati selama masa pandemi Covid-19.
Warung Modern dan Tradisional Wajib Terapkan Prokes
Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi penularan Covid-19 di tahun 2021. Hal ini dikarenakan tren kasus positif Covid-19 di Indonesia belum menunjukkan adanya penurunan signifikan. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut langkah pertama ialah memperketat disiplin protokol kesehatan semakin diperketat.
Pergantian tahun menjadi berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena saat ini pandemi Covid-19. Sehingga Majlis Ulama Indonesia (MUI) membuat tausyiyah untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) dan juga tetap menjaga persatuan.
Rencana program vaksinasi oleh Pemerintah tengah menunggu evaluasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) guna mendapat izin penggunaan. Selama masa menunggu, masyarakat harus terus terinformasi dengan benar terkait vaksin, mengingat banyak informasi yang kurang seusai ataupun hoaks mengenai vaksin Covid-19. Untuk meluruskan informasi terkait vaksin Covid-19, masyarakat perlu mendapatkan langsung dari ahlinya dan sumber-sumber terpercaya.