Kasus Aktif di Bojonegoro 204 Orang
Kasus Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro terus menurun, dan saat ini menjadi zona kuning dengan resiko kenaikan kasus rendah.
Kasus Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro terus menurun, dan saat ini menjadi zona kuning dengan resiko kenaikan kasus rendah.
Sudah tidak ada zona merah wilayah penyebaran Covid-19 di Provinsi Jawa Timur (Jatim) di bulan September 2021.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus mempercepat pembangunan infrastruktur, agar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satunya, pada progres pembangunan Jembatan Kanor - Rengel (Kare) terus dikebut.
Kasus Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur perlahan masih terus menurun. Pada Rabu 18 Agustus 2021, jumlah kasus aktif menjadi 397, setelah sehari sebelumnya 406 kasus.
Harga cabai rawit di pasaran sempat naik pekan lalu dari Rp30.000 hingga Rp35.000. Beberapa hari yang lalu harga cabai rawit di angka Rp 35.000 dalam satu kilogramnya, dan kini alami penurunan menjadi Rp 15.000 dalam satu kilogram.
Penurunan kasus Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur sempat terjadi perlahan sejak akhir bulan Juli hingga Agustus 2021.
Meskipun masih di angka 546 kasus aktif pada 9 Agustus 2021, kasus Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, perlahan mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya yang pernah mencapai 909 kasus pada 24 Juli 2021.
Komitmen Pemerintah Indonesia dalam melaksanakan Sustainable Development Goals Desa (SDGs) tertera dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor. 59 Tahun 2017, tentang pelaksanaan pencapaian tujuan pembangunan nasional berkelanjutan. Bahkan pendataan data direncanakan akan terus berlanjut hingga tahun 2030 mendatang.
Jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, yang dinyatakan sembuh ada 47, Minggu (8/8/2021).