Skip to main content

Category : Tag: Unu


Yudisium Semester Ganjil UNUGIRI 2025/2026, Cetak Lulusan ‘Alim dan Profesional

Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri atau Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi unggul melalui pelaksanaan Yudisium Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026. Prosesi yang berlangsung khidmat itu menjadi momen penting bagi para mahasiswa sebelum resmi menyandang gelar akademik.

LAKPESDAM NU Bojonegoro Dikukuhkan, Siap Perkuat Riset dan Transformasi Digital

Pengurus Cabang Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) NU Bojonegoro resmi dikukuhkan di Auditorium Hasyim Asy’ari Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro. Kegiatan tersebut dirangkai dengan seminar sebagai upaya memperkuat budaya riset, kajian, dan transformasi digital di lingkungan Nahdlatul Ulama, Sabtu (16/05/2026).

LFNU Bojonegoro Buka Madrasah Falakiyah Angkatan Ke-2

Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama Bojonegoro kembali membuka program pendidikan ilmu falak melalui Madrasah Falakiyah LFNU Angkatan Ke-2. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 31 Mei 2026 di Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WIB.

Menguatkan Mutu Pendidikan

Hari ini, kita memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Tentu, momentum ini diperingati tidak serta merta luput dari tujuan. Salah satunya, bagaimana memperkuat peran serta stakeholder dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Lembaga Falakiyah NU Bojonegoro

Gelar Madrasah Falakiyah, LFNU Bojonegoro Bina Bibit Baru Ahli Falak

Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama’ (LFNU) Kabupaten Bojonegoro melaksanakan Madrasah Falakiyah, Minggu (26/4/2026). Kegiatan yang dihadiri sekitar 70 peserta ini berlangsung di Smart Class Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro.

Kolom

Suara Kartini di Kampus: Antara Perayaan dan Realitas Pelecehan Seksual

Akhir-akhir ini kita diperlihatkan fenomena ruang pendidikan yang suram sekali. Kampus ternama menorehkan luka yang dalam untuk perempuan yang nyatanya menjadi objek pembahasan dan perkataan mereka. Inikah wajah calon-calon pemimpin bangsa masa depan? Atau calon-calon bandit negara yang masa depannya. Sungguh ironis sekali. Namun, bagaimana kampus melihat isu ini? Apakah hanya akan diam atau ada tindakan nyata yang akan dilakukan untuk menegakkan keadilan dan menyeret para pelakunya ke muka pengadilan?