Skip to main content

Category : Tag: Uinsa


Pers Mahasiswa, Penolakan dan Perjuangan Eksistensinya

Medio April 2017 kemarin, kampus UIN Sunan Ampel dihadapkan dengan kondisi percaturan politik mahasiswanya yang lumayan berkabut. Beberapa mahasiswa dari kubu selatan kurang sepakat dengan aturan Pra Pemilu Raya (Pemira) yang dibuat KPU. Karena memiliki indikasi menghalangi kubu tersebut masuk dalam partisipasi demokrasi kampus. Hal tersebut memunculkan beberapa keributan. Salah satunya bentrokan yang terjadi ketika pihak yang diuntungkan oleh regulasi—untuk tidak mengatakan se-pihak dengan golongan yang masih/sedang berkuasa—mengusung calon ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas dengan istilah kerennya Presiden Mahasiswa sedang melakukan kampanye terbuka di lingkungan kampus. Kampanye tersebut berakhir dramatis karena dibubarkan oleh mahasiswa yang kontra dengan aturan yang telah dibuat KPU.

Belajar dari Prof. Ridlwan Melalui Biografinya

Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya periode 2000-2009, Prof. Dr. H. Ridlwan Nasir, MA, Sabtu pagi (6/5) meluncurkan biografinya. Buku setebal 370 halaman ini merekam perjalanan hidupnya hingga usia ke 66 tahun.

Prof. Dr. Ridlwan Nasir, MA Launching Biografi

Di aula pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya, biografi Prof. Dr. H. Ridlwan Nasir MA dilaunching, Sabtu (6/5/2017). Buku setebal 370 halaman ini merupakan karya persembahan ulangtahunnya yang ke-66. Dalam peluncuran buku ini, selain dihadiri oleh penulisnya, hadir pula para kolega dan murid-murid profesor kelahiran Tegal ini.