Heemm...! Tunjangan Wakil Rakyat Naik
Tunjangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, tahun 2020 ada kenaikan.
Tunjangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, tahun 2020 ada kenaikan.
Fokus penanganan virus Corona di semua daerah semakin masif dilakukan, termasuk pemotongan TPP PNS untuk penanggulangan Covid-19 di Bojonegoro. Sehingga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro meminta TPP PNS tersebut tidak dipotong.
- Kabar bakal adanya kenaikan tunjangan bagi Guru Tidak Tetap (GTT) Bojonegoro memang cukup menggembirakan. Walaupun begitu, kinerja GTT harus ditingkatkan kembali sekaligus SDM yang ada itu harus benar membangun dunia pendidikan di Bojonegoro lebih berkarakter.
Tunjangan Guru Tidak Tetap (GTT) dibawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bojonegoro akan ada kenaikan yang signifikan, kabar tersebut tentunya disambut gembira para GTT.
Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban mengklaim tidak ada guru SMA dan SMK yang mengembalikan sebagian Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) yang diterima pada 2018 lalu.
Kabar menggembirakan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Bojonegoro, pasalnya di bulan Mei ini, Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bojonegoro menyiapkan anggaran miliaran rupiah untuk gaji ke-14.
Puluhan milyaran rupiah dianggarkan Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro, untuk tunjangan bagi Guru Tidak Tetap (GTT) K2 maupun GTT Non K2 ber NUPTK dan GTT bukan K2 dan belum ber NUPTK. Tunjangan bagi GTT tersebut akan bisa diterima dua bulan sekali.
1.141 GTT dan PTT SMA/SMK memadati kantor Cabdin wilayah Bojonegoro. Bukan berdemo, tapi ini adalah moment bahagia. GTT dan PTT menandatangani Pembayaran Honor dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Beberapa proses pencairan masih harus dilalui. Beberapa guru tersenyum kecut, karena tersiar kabar honor dipotong sekolah. Memang awalnya ini adalah subsidi gaji dari Disdik Provinsi untuk membantu sekolah. Yang tidak dipotong, tentu GTT/PTT akan gembira dan lebih sejahtera
Tunjangan atau insentifnya (multigrade) untuk Ratusan guru yang mengajar di Sekolah Dasar (SD) terpencil dipastikan gagal diterima. Hal itu karena tidak adanya aturan yang mengatur diberikannya insentif itu kepada guru yang mengajar di SD terpencil.
Anggaran bantuan pemberian honor bagi Guru Tidak Tetap (GTT) Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2019 mencapai 14.647.500.000. Jumlah total honor itu, nantinya bakal diterima oleh seluruh GTT.