Sempat Naik, Debit Air Bengawan Solo Kembali Turun
Hujan deras yang mengguyur wilayah Bojonegoro kemarin membuat Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro naik. Namun tak berselang beberapa lama TMA mengalami penurunan kembali.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Bojonegoro kemarin membuat Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro naik. Namun tak berselang beberapa lama TMA mengalami penurunan kembali.
Setelah sempat mengalami siaga beberapa hari akhirnya kondisi Tinggi Muka Air (TMA) di Bojonegoro mengalami penurunan.
Sore ini, Jumat (1/12/2017) sekitar pukul 15.00 WIB, kondisi Tinggi Muka Air (TMA) Bengawan Solo pada papan duga yang ada Kota Bojonegoro mengalami penurunan. Namun kodisi tersebut masih siaga hijau/satu.
Tinggi permukaan air Bengawan Solo di Bojonegoro, mulai turun walau statusnya masih siaga I, yakni 13,30 pheilschall. Debit air melambat hingga dalam tiga jam hanya turun satu sentimer.
Meski kondisi saat ini, Rabu (29/11/2017) pukul 06.00 Wib di wilayah hulu Ponorogo (Sekayu) Tinggi Muka Air (TMA) masuk siaga merah yaitu 50.00 pheilschaal, dan Ngawi (Dungus) masuk siaga kuning yaitu 70.60 pheilschaal, tapi di Bojoengoro terpantau TMA belum terdampak naik secara signifikan.
Kondisi Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, Minggu (19/11/2017) pukul 18.00 mengalami penurunan.
Debit air Bengawan Solo di Bojonegoro sejak pagi tadi menunjukkan tren penurununan. Karena di daerah hulu tidak terjadi intensitas hujan, bahkan siang ini cuaca di sana terang.
Debit air Bengawan Solo, pagi ini Sabtu (18/11/2017), mengalami kenaikan dan masih ditetapkan dengan status Siaga Hijau (SH).
Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Bojonegoro dan beberapa daerah di kawasan , membuat debit air di Sungai Bengawan Solo naik.
Beberapa hari terakhir hujan deras yang turun di sebagian wilayah Kabupaten Bojonegoro berintensitas cukup tinggi dan berdurasi lama, sehingga Tinggi Permukaan Air (TMA) Bengawan Solo merangkak naik. Namun hal itu masih dalam kondisi aman.