Tas Bawaan Penumpang Tertukar di Terminal
Di tengah ramainya penumpang yang ada di Terminal Rajekwesi Bojonegoro di H-2 lebaran 2018, ada penumpang yang tas bawaanya tertukar dengan penumpang lainnya.
Di tengah ramainya penumpang yang ada di Terminal Rajekwesi Bojonegoro di H-2 lebaran 2018, ada penumpang yang tas bawaanya tertukar dengan penumpang lainnya.
Bagi anda yang hendak mudik di jalur antar kota dalam provinsi (AKDP) Bojonegoro-Nganjuk harap berhati-hati. Sebab, ada beberapa titik yang perlu diswaspadai agar perjalanan mudik selamat sampai kota tujuan.
Peningkatan kedatangan arus mudik di terminal Tipe A Rajekwesi, Kabupaten Bojonegoro mulai tampak, sejak Minggu (10/6/2018) malam kemarin.
Sebagai antisipasi membludaknya calon penumpang di Terminal Rajekwesi Kabupaten Bojonegoro saat musim mudik lebaran ini, pihak terminal mempersiapkan puluhan armada bus cadangan untuk melayani penumpang yang hendak pulang ke kampung halamannya.
H-7 sebelum lebaran, diperkirakan kenaikan penumpang bus yang turun diterminal Rajekwesi Kabupaten Bojonegoro mulai ada peningkatan berkisar hingga 50 persen. Kenaikan penumpang terbilang cukup wajar karena beberapa orang yang bekerja ingin pulang menikmati lebaran besama keluarga.
Menjelang mudik hari raya Idul Fitri 1439 Hijriyah Terminal Rajakwesi Tipe 4 Bojonegoro menambah armada bus. Penambahan itu, rencananya ketikan memasuki arus mudik (H-7 dan H+7). Untuk bus sendiri meliputi rute Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) serta Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).
Hingga kini intensitas kedatangan dan pemberangkatan penumpang di terminal Rajekwesi Kabupaten Bojonegoro masih terbilang stabil, seperti biasa sekitar 1300 orang setiap harinya. Sehingga tambahan armada belum diperlukan.
Bus angkutan umum jurusan antar kota dalam provinsi (AKDP) Ngawi, Tuban, Ngajuk, Jombang (Kota Tetangga) kian sepi. Tak pelak, jumlah trayek yang beroperasi pun terus berkurang.
Kondisi trayek bus jursan Bojonegoro-Nganjuk kian memprihatinkan. Sebab, pada tahun 2018 ini trayek bus angkutan umum penghubung dua kabupaten tersebut tinggal satu saja.
Kondisi Terminal Betek, Desa/Kecamatan Gondang dan Terminal Temayang terlihat sepi. Namun walau dimikian pembangunan di dua terminal masih dilakukan.