Memperingati hari lahir (Harlah) Ke-28, Yayasan Pendidikan Sosial dan Pondok Pesantren (YPSPP) Ulul Albab Plesungan, Kapas, Bojonegoro mengadakan kegiatan perlombaan mewarnai tingkat KB/PP, TK/RA, MI/SD, di MI Ulul Albab, Sabtu (25/5/2024).
Petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Dander, Polres Bojonegoro terus menyelidiki orang tua dari bayi perempuan yang ditemukan meninggal di aliran sungai di Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.
Warga Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Solikin (55) yang tenggelam saat mencari ikan di Sungai Bengawan Solo akhirnya ditemukan. Namun, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia, Jumat (5/1/2024) siang.
Menyambut Hari Sungai Nasional yang jatuh setiap tanggal 27 Juli. Ada beragam aktivitas positif yang bisa dilakukan oleh para pegiat lingkungan, kader lingkungan SMAN 1 dan tim adiwiyata SMAN 1, pecinta alam SMAN 3 dan palase SMAN 4 Bojonegoro.
Di Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang, terdapat sebuah sungai yang dikenal dengan nama Rondomori. Dilihat dari alirannya, sungai ini sebenarnya bisa menjadi aliran irigasi untuk lahan pertanian di tiga desa. Namun, saat ini alirannya tidak berfungsi dan tertimbun lumpur serta bebatuan.
Suasana Minggu (4/6/2023) pagi di Taman Plesungan Berhati (Bersih, Sehat, Rapi), Desa Plesungan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro tampak meriah. Selain anak-anak Sekolah Sepak Bola (SSB) Kijang Kencana yang rutin berlatih sepak bola di lapangan, tampak di area taman dipenuhi pengunjung yang didominasi pakaian warna kuning.
Mobil siaga milik Pemerintah Desa (Pemdes) Mulyorejo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro mengalami kecelakaan tunggal masuk ke dalam sungai saat melintas di Jalan Raya Sumberrejo. Berdasarkan informasi yang diterima, mobil tersebut hendak bertolak ke Jombang untuk menghadiri sebuah hajatan, Jumat (3/3/2023).
Meluapnya air Sungai Bengawan Solo, mengakibatkan aliran Sungai Loro di wilayah Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro terhambat. Sehingga tinggi muka air (TMA) mengalami kenaikan yang mengakibatkan erosi pada tanggul sungai loro, Sabtu (18/2/2023).
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Ardhian Orianto mengungkapkan, untuk saat ini kondisi air Sungai Loro sudah mengikis hampir sebagian tanggul di titik erosi, dikhawatirkan jebol dan menggenangi area persawahan.
“Jika nantinya jebol, bakal mengancam tanaman padi yang baru berusia 20 hingga 25 hari di empat Desa di Kecamatan Kapas,†ungkap Ardhian.
Ardhian menambahkan, empat desa yang terancam yakni, Desa Sambiroto seluas 60 hektare tanaman padi, Desa Sukowati seluas 30 hektare, Desa Bakalan seluas 60 hektare dan Desa Semanding seluas 50 hektare.
Selanjutnya, pihak BPBD Bojonegoro telah melakukan assessment dan berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Desa setempat. Untuk sementara ini, kebutuhan yang mendesak yakni, sesek 30 lembar, bongkotan 17 batang dan terpal sedikitnya 4 lembar.
“Dari Pemerintah Desa nantinya akan melaksanakan kerjabakti perbaikan tanggul tersebut,†pungkasnya. [riz/mu]
Pencarian terhadap Bocah 12 tahun asal Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban pada hari keenam belum membuahkan hasil. Menurut Kasi KL Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Agus Purnomo, pencarian terhambat aliran sungai yang deras.