blokBojonegoroTV
Gumuk Rondo Songo SMAN 1 Bojonegoro Juara 3 Pawai Budaya 2022
Gumuk Rondo Songo SMAN 1 Bojonegoro Juara 3 Pawai Budaya 2022
Gumuk Rondo Songo SMAN 1 Bojonegoro Juara 3 Pawai Budaya 2022
Seorang pria asal warga Desa Bulaklo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Mukhlasin memenuhi nadzarnya yang berkeinginan untuk keliling Walisongo dari ujung timur Kota Surabaya hingga ujung barat yakni makam Sunan Gunung Jati di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Di antara laporan data pernikahan calon pengantin (Catin) yang menyelenggarakan akad nikah di malam songo, Kecamatan Baureno menjadi wilayah dengan peserta Catin terbanyak yang mencapai 49 pasangan.
Pilihan Kepala Desa (Pilkades) pergantian antar waktu (PAW) Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem telah usai dilaksanakan pada Senin (14/3/2022) kemarin. Pada pesta demokrasi tersebut calon kepala desa nomor urut 01 Kusnadi terpilih menjadi Kepala Desa Kesongo, melanjutkan sisa jabatan kepala desa sebelumnya hingga 2026.
Sebanyak 436 Mahasiswa program Diploma, Sarjana dan Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang sukses melaksanakan wisuda periode Juni 2021, yang dilakukan secara offline dan online dengan menerapkan protokol kesehatan,Selasa, (8/6/2021).
Jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, segala kebutuhan sandang, dan pangan mulai merangkak naik lantaran meningkatnya pembeli yang berdatangan. Seperti beberapa toko pakaian, pasar, swalayan, dan lain-lain mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Setiap malam songo atau 29 bulan Ramadan, beberapa wilayah di Kabupaten Bojonegoro memasang Colok-colok. Yakni obor kecil yang dipasang di pinggir jalan hingga sekitar rumah. Hal tersebut, juga dilakukan warga Desa Mulyorejo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro, Senin(10/5/2021).
Menjelang akhir bulan Ramadan atau tepatnya khususnya Malam Songo, pemilik usaha hantaran dan mahar pernikahan kebanjiran pemesanan bahkan digadang-gadang juga mengalami kenaikan omzet.
Malam Songo atau hari ke-29 bulan Ramadan yang jatuh pada Selasa, (11/5/2021) diyakini bagi sebagian orang sebagai malam istimewa karena ada kemungkinan turunnya malam seribu bulan atau Lailatul Qadar.
Di tengah pandami Covid-19 seperti sekarang ini tentu semua harus bisa lebih kreatif memanfaatkan potensi yang ada, salah satunya adalah dengan memanfaatkan barang-barang yang ada di sekitar seperti untuk menanam sayuran yang bisa diolah jadi masakan untuk keluarga.