Pasien Sembuh dan Kasus Baru Bertambah 1 Orang
Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro, Minggu (9/5/2021) tetap 15 orang.
Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro, Minggu (9/5/2021) tetap 15 orang.
Jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (8/5/2021) ada sebanyak 4 orang yang dinyatakan sembuh. Angka yang sama juga ada pada tambahan kasus baru, yakni 4 orang.
Setelah beberapa ditutup karena direnovasi dan pandemi Covid-19, Bojonegoro Funtasi (Go Fun) segera buka kembali, Sabtu (8/5/2021) besok. Tempat wisata dan perbelanjaan itu dipastikan menawarkan suasa baru, dibandingkan sebelumnya.
Jumlah pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh, Jumat (7/5/2021) ada sebanyak 3 orang.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, supermarket atau pusat perbelanjaan mulai banyak diserbu masyarakat untuk membeli kebutuhan lebaran.
Tak hanya melaunching layanan pembayaran PKB, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa juga mengapresiasi kepatuhan masyarakat yang membayar pajak tepat waktu. Di mana, pajak tersebut digunakan untuk pembangunan di Jatim.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) terus melakukan inovasi untuk memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat di Jatim. Salah satunya, Rabu (5/5/2021), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melaunching Layanan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) melalui Samsat Badan Usaha Milik Desa (Bunda), Go-Pay, dan KB-Bukopin di Gedung Negara Grahadi Surabaya.
Pemerintah secara resmi menerima lagi kedatangan vaksin Covid-19. Kali ini total vaksin Sinopharm yang diterima mencapai 982.400 dosis. Vaksin ini kelak akan digunakan untuk program vaksinasi dalam skema Gotong Royong.
Masuknya varian B1617 yang berasal dari India ke Indonesia diharapkan tidak membuat masyarakat panik. Satgas Penanganan Covid-19 meminta masyarakat adalah mematuhi protokol kesehatan sebagai bentuk perlindungan diri dari penularan Covid-19.
Tradisi berbelanja menjelang hari raya Idul Fitri juga dilakukan masyarakat muslim Indonesia tahun ini. Namun, di tengah pandemi Covid-19, sangat tidak disarankan bagi masyarakat berbondong-bondong mendatangi pusat-pusat perbelanjaan. Karena menimbulkan kerumunan dan berpotensi memicu klaster penularan.