Segala persiapan menyambut Hari Santri Nasional (HSN) terus dilakukan oleh Kementrian Agama (Kemenag) Bojonegoro, salah satunya menyiapkan ribuan santri untuk mengikuti upacara yang dilaksanakan di alun-alun Kota Bojonegoro, Senin (22/10/2018) besok.
Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2018 di Kabupaten Bojonegoro lebih semarak dibandingkan tahun lalu. Beberapa acara diadakan, termasuk Kompetisi Seni dan Olimpiade Aswaja NU (KSOAs) yang diselenggarakan PC LP Ma'arif NU Bojonegoro, Sabtu (20/10/2018).
Berbagai acara diadakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, dalam rangka menyemarakkan Hari Santri Nasional (HSN). Salah satunya lomba baca kitab, karena Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah mewajibkan HSN untuk melibatkan ciri khas santri.
Untuk memeriahkan Peringatan Hari Santri tahun 2018 ini di Bojonegoro, selain menggelar upacara dan juga pertunjukan drama kolosal, nantinya juga bakal ada beberapa lomba yang digelar, yakni seperti paduan suara menyanyikan lagu ahlal wathon dan lomba baca kitab kuning.
Peringatan Hari Santri tanggal 22 Oktober 2018 mendatang, selain pelaksanaan upacara yang melibatkan puluhan ribu santri, nantinya bakal juga menghadirkan pertunjukan tari dan drama kolosal.
Dalam rangka menyambut Hari Santri, Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro bakal menghadirkan puluhan ribu santri untuk mengikuti upacara pada tanggal 22 Oktober 2018 di Lapangan Alun-alun Bojonegoro.
Ratusan Santri di Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Rosyid mengikuti Masa Pengenalan Sekolah (MOS), guna mengenal lingkungan suasana baru dalam menimba ilmu di madrasah setempat.
Penyandang gelar santri tidak hanya ditujukan kepada seseorang yang pernah mondok di pesantren saja, tetapi siapa pun yang berakhlak santri yang memiliki karakter tawadhu’ kepada Gusti Allah dan tawadhu’ kepada para alim ulama’. Saat ini setiap tanggal 22 oktober diperingati hari santri nasional sejak pemerintah menetapkannya pada tahun 2015. Tujuannya adalah mengenang peran santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan NKRI dari penjajahan. Hari Santri merujuk pada keluarnya Resolusi Jihad pada tanggal 22 Oktober 1945 yang memantik terjadinya peristiwa heroik 10 November 1945.
Nama Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dinobatkan sebagai salah satu pemenang dalam acara Santri of The Year 2017. Wakil Gubernur Jawa Timur ini memenangkan nominasi santri inspiratif bidang kepemimpinan dalam pemerintahan pada polling yang digelar Islam Nusantara Center (INC).
Sekitar 25 ribu lebih santri putihkan Alun-alun Kabupaten Bojonegoro, Minggu (22/10/2017). Mereka memakai songkok hitam, baju putih dan menggunakan sarung bagi laki-laki, serta kerudung Hitam dan bawahan putih-putih bagi perempuan.