Berita Foto
Masjid Nabawi Madinah Kembali Dipenuhi Jamaah Haji
Terlihat, suasana di Masjid Nabawi Madinah kembali penuh sesak oleh jemaah haji pasca puncak Armuzna. Sebagian adalah jemaah haji asal Indonesia.
Terlihat, suasana di Masjid Nabawi Madinah kembali penuh sesak oleh jemaah haji pasca puncak Armuzna. Sebagian adalah jemaah haji asal Indonesia.
Muhasabah adalah proses introspeksi diri dengan menimbang, menilai, dan mengevaluasi seluruh ucapan, perbuatan, niat, serta arah hidup agar selaras dengan perintah Allah SWT dan menjauh dari larangan-Nya. Ia merupakan upaya sadar seorang hamba untuk melihat kembali kekurangan dan kelebihan dirinya, mengakui kesalahan, mensyukuri nikmat, serta merencanakan perbaikan amal di masa depan.
Rabiul Akhir atau Rabiuts Tsani menempati urutan keempat dalam kalender Hijriah. Walaupun popularitasnya tidak setara dengan bulan-bulan lain seperti Ramadhan, Dzulhijjah, Muharram, atau Rajab, bulan Rabiul Akhir tetap mencatat sejumlah peristiwa penting yang berlangsung pada masa Rasulullah.
Dalam Islam, tidak ada larangan tertentu untuk mengerjakan sesuatu setiap waktu, entah itu hari, bulan, atau tahun. Nabi Muhammad SAW. mengajarkan bahwa tidak ada hari sial.
Sepanjang sejarah Islam, banyak peristiwa yang berlangsung pada Jumadil Akhir. Di antaranya adalah meninggalnya Abu Bakar Ash Shiddiq, khalifah pertama, pada 22 Jumadil Akhir.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) meminta jemaah haji Indonesia untuk tidak melontar jumrah sebelum pukul 16.00 atau empat sore. Imbauan ini disampaikan Staf Khusus bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo, di Mina, Arab Saudi.
Setelah menyelesaikan lontar jumrah Aqabah lalu Tahallul Awal, hari kedua di Mina, jemaah haji melakukan lontar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah menetapkan waktu lontar jumrah jemaah haji Indonesia tanggal 11 Zulhijah yaitu pukul 05.00 – 11.00 WAS, PUKUL 11.00 – 17.00 WAS, DAN PUKUL 17.00 – 00.00 WAS.
Meskipun tinggal di tanah Arab, semasa hidupnya ternyata Rasulullah Muhammad SAW melakukan ibadah haji hanya sekali. Haji pertama yang dilakukan oleh Rasulullah terjadi pada tahun 10 Hijriah dan sekaligus menjadi haji terakhir beliau. Keputusan Rasulullah untuk melaksanakan haji pada tahun tersebut memiliki latar belakang historis tersendiri. Penjelasan tentang hal ini memberikan wawasan lebih dalam tentang konteks seputar haji yang dilakukan oleh Rasulullah.