#blokBojonegoroTV
Grebek Tempat Produksi, 24 Drum Arak Siap Jual Diamankan
Grebek Tempat Produksi, 24 Drum Arak Diamankan
Grebek Tempat Produksi, 24 Drum Arak Diamankan
Satlantas Polres Bojonegoro akan menggelar Operasi Zebra Semeru 2019 di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Bojonegoro. Operasi Zebra Semeru 2019 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 23 Oktober - 5 November 2019.
Sebagai seorang perempuan, menjadi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi tantangan tersendiri bagi Irma Lutfiana. Perempuan 25 tahun, asal Kedungadem Bojonegoro itu sudah dua tahun mengabdi sebagai guru PAI di SMK swasta di Kecamatan Sugihwaras, Bojonegoro.
Dugaan kekerasan yang terjadi beberapa waktu lalu yang dilakukan salah satu oknum guru SMPN yang ada di Kota Bojonegoro terhadap siswanya telah berakhir.
Kelompok Kerja Kepala Madrasah (K3M) Kapas menggelar Perkemahan Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Kapas (Permadikap) Selasa hingga Kamis (1-3/10/2019) bertempat di bumi perkemahan Pondok Salak Desa Bendo Kecamatan Kapas.
Dugaan adanya tindak kekerasan yang terjadi terhadap siswa di lingkungan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) yang ada di Kecamatan Kota Bojonegoro, beberapa waktu lalu, Mendapat perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro.
Dugaan kekerasan yang dilakukan oleh oknum guru yang terjadi di lingkungan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) yang ada di Kota Bojonegoro memang sangat disayangkan oleh Dewan Pendidikan Bojonegoro, bahkan, tidak dipungkiri kekerasan serupa juga masih sering terjadi dilingkungan sekolah, meski beberapa waktu lalu sekolah di Bojonegoro berkomitmen untuk menjadi sekolah ramah anak.
Komitmen menciptakan Sekolah Ramah Anak (SRA) di Bojonegoro terbilang masih sangat minim. Pasalnya menciptakan SRA itu butuh komitmen bersama antara orang tua, guru dan siswa, dengan komitmen bersama itu nantinya bisa terbentuk pendidikan berkarakter.
Adanya kabar dugaan pemukulan sejumlah siswa di salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kota Bojonegoro, oleh salah satu guru, dibenarkan Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro. Meski begitu, permasalahan itu kini sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Hal itu dikatakan Sekertaris Dinas Pendidikan Bojonegoro, Moh. Khuzaini.