Skip to main content

Category : Tag: Raka


EMCL dan Pemkab Bojonegoro Perkuat Sinergi Program PPM 2027

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) memperkuat koordinasi untuk memastikan program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) tahun 2027 benar-benar menjawab kebutuhan warga dan memiliki keberlanjutan.

Migas Bojonegoro

Produksi Gas JTB Konsisten Lampaui Target, Topang Ketahanan Energi Nasional

Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang dioperasikan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) di wilayah Bojonegoro Jawa Timur terus menunjukkan kinerja positif dengan realisasi produksi gas yang konsisten melampaui target. Saat ini, produksi raw gas JTB mencapai 298,24 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), atau sekitar 4% di atas target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) dan sekitar 9% di atas target Work Program & Budget (WP&B) 2026 yang disepakati bersama pemerintah melalui SKK Migas.

HUT ke-81 RI di Bojonegoro, Sinergi dan Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Pembangunan

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Bojonegoro berlangsung khidmat sekaligus meriah. Rangkaian kegiatan dimulai dengan Upacara Bendera di Alun-Alun Bojonegoro, dilanjutkan ziarah nasional dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan, serta mengikuti Upacara Peringatan detik-detik Proklamasi melalui siaran langsung di Pendopo Malowopati, Senin (17/8/2026).

Momen Kemerdekaan, Enam Napi di Lapas Bojonegoro Dibebaskan

Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia membawa kabar gembira bagi ratusan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bojonegoro. Sebanyak 301 narapidana dan anak pidana menerima Remisi Umum Tahun 2026, Senin (17/8/2026).

Kolom

Merdeka Membaca

Sudah 81 tahun, negara tercinta Indonesia ini merdeka. Namun, ada yang masih menyimpan tanda tanya, apakah kita sudah merdeka dalam membaca?

Gayatri Tahap 2 Digulirkan, EMCL dan ALAS Institute Dorong Peternakan Mandiri

Program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) memasuki tahap kedua dengan pendekatan yang lebih luas. Tak sekadar memberikan ayam, kandang, dan pakan awal kepada masyarakat, program ini mulai diarahkan untuk membangun ekosistem usaha peternakan desa yang mampu tumbuh dan dikelola secara mandiri.