1 Abad NU
2.313 Jamaah Kafilah Bojonegoro Parkir di Jalan Semarang, Dekat GOR Gajayana Malang, Khidmat NU
Rapat koordinasi digelar panitia harlah 1 Abad NU di PCNU Bojonegoro, Jumat (6/2/2026) siang.
Rapat koordinasi digelar panitia harlah 1 Abad NU di PCNU Bojonegoro, Jumat (6/2/2026) siang.
Satu hari sebelum keberangkatan ke Mujahadah Kubro dalam rangka 1 Abad NU di GOR Gajayana, Malang, peserta dari seluruh Jawa Timur ada sekitar 77.541 jamaah.
Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriyah diperkirakan akan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026. Hal tersebut berdasarkan hasil hisab yang dilakukan Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU), yang menunjukkan posisi hilal masih berada di bawah ufuk pada akhir bulan Syakban.
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bojonegoro hari ini menggelar ziarah muassis dan ulama NU, Selasa (3/2/2026).
Pengurus Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif Nahdlatul Ulama (NU) dan Satuan Komunitas Pramuka Pandu Ma'arif Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bojonegoro masa khidmat 2025-2030 resmi dikukuhkan, Sabtu (31/1/2026)
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bojonegoro merilis daftar lokasi makam muassis dan ulama NU yang diziarahi dalam rangka peringatan 1 Abad Hari Lahir Nahdlatul Ulama. Ziarah tersebut dilaksanakan secara serentak pada Selasa, 3 Februari 2026.
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bojonegoro menggelar kegiatan Ziarah Muassis NU/Ulama dalam rangka memperingati 1 Abad Hari Lahir Nahdlatul Ulama tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak pada Selasa, 3 Februari 2026, mulai pukul 08.00 WIB.
Manusia sebagai makhluk sosial, terkadang butuh hiburan dengan cara guyonan atau bercanda dengan sesamanya. Islam membawa ajaran yang tawasuth dan rahmatan Lil alamin, bukan agama yang kaku. Agama juga mengakomodir hal-hal yang sifatnya sepele, tetapi manusiawi. Termasuk dalam permasalahan guyon atau bercanda.
Rapat koordinasi menjelang puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) Kalender Masehi 2026, digelar oleh PCNU Bojonegoro, Selasa (27/1/2026) siang.
Pertanyaan ini, relevan sekali untuk konteks kini. Coba kita amati, siapa saja di keluarga kita yang istikamah belajar –dalam hal ini membaca, saat malam hari tiba. Ayah, ibu, kakak, adik, hingga nenek, siapa dari mereka yang masih membuka buku setiap hari terlebih hatam!