Dinkes Bojonegoro Edukasi Ajak Warga Cerdas Menggunakan Obat Lewat Gema Cermat
Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, melakukan edukasi masyarakat pada program Gema Cermat atau Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, melakukan edukasi masyarakat pada program Gema Cermat atau Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat.
Dilansir dari katadata, menurut Indonesia Drugs Report 2022 yang dirilis oleh Pusat Penelitian Data, dan Informasi Badan Narkotika Nasional (Puslitdatin BNN) prevalensi jumlah penduduk usia 15-65 tahun yang terpapar narkoba pada 2021 setidaknya warga yang pernah pakai adalah 4,8 juta jiwa.
Sepanjang tahun 2023, Satresnarkoba Polres Bojonegoro meringkus 70 orang gegara terlibat kasus Narkotika. Penangkapan itu dilakukan dalam kurun waktu Januari sampai dengan Desember 2023.
Mungkin banyak yang belum tahu apa itu Daun Saga, daun pohon yang oleh orang Jawa biasa disebut biasa pohon "Sogok Tunteng". Daun dari tumbuhan tersebut ternyata memiliki banyak manfaat loh. Di antaranya dipercaya mampu mengobati diare dan mengatasi sakit perut.
Kasus gagal ginjal akut pada anak masih menghantui masyarakat. Kementerian Kesehatan mencatat , hingga Selasa (1/11/2022) ada 325 pasien yang terkena gagalginjal. Dari jumlah itu, 179 diantaranya dilaporkan meninggal dunia. Dugaan utama makin meningkatnya jumlah korban gagal ginjal aku tersebut karena adanya cemaran senyawa kimia berbahaya yakni etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) pada sejumlah merk obat jenis sirup.
Dua narapidana (Napi) penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bojonegoro dinyatakan positif usai dilakukan tes urine kemarin (27/10/2022). Tes tersebut digelar usai beredarnya video yang melihat sejumlah Napi memakai sabu di dalam kamar.
Sebanyak tiga puluh obat sirup yang pernah dikonsumsi oleh pasien anak gangguan ginjal akut misterius dipastikan aman untuk digunakan. Hal tersebut berdasarkan penelusuran dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Ditariknya beberapa obat sirup oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk kewaspasaan adanya kandungan etilen glikol dan dietilen glikol beberapa waktu lalu, membuat para orang tua bingung. Pasalnya obat sirup menjadi salah satu yang menjadi andalan para orang tua.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro mengimbau seluruh apotek di Bojonegoro untuk menyetop peredaran lima obat sirup yang telah ditarik oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pasalnya kelima obat tersebut, mengandung senyawa etilen glikol (EG) yang melebihi ambang batas.
Kasus gagal ginjal akut misterius terhadap anak usia 0-5 tahun belum ditemukan di Bojonegoro. Meski demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro sudah mengeluarkan imbauan kepada apotek untuk tidak menjual obat dalam bentuk sirup.