Skip to main content

Category : Tag: Nyamu


Bersama Kader Jumantik, Babinsa Gayam Cegah Demam Berdarah Dengue

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Posramil 0813-18/Gayam turut serta dalam upaya preventif pencegahaan penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD) dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) bersama Pemerintah Desa (Pemdes)/Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Jumlah Kasus DBD Menurun, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

Gerakan aksi juru pemantau jentik (Jumantik) di Kabupaten Bojonegoro bisa dikatakan membuahkan hasil signifikan. Aksi yang digelar setiap satu minggu sekali terbukti mampu menurunkan angka kasus demam berdarah dengue (DBD).

Puskesmas dan Kartar Sukorejo Sosialisasikan DB di Sekolah

Demam Berdarah Dengue (DBD) memang tidak asing lagi di telinga kita, khususnya masyarakat Bojonegoro. Sudah banyak pula tindakan yang dilakukan untuk memberantas penyakit ini. Seperti halnya yang dilakukan Puskesmas dan Karang Taruna Desa Sukorejo Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro ini.

Penyuluhan PSN, PMI Bekerja Sama dengan Kecamatan Kota

Berbagai cara pemerintah untuk menekan tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebagai tindak lanjut dari agenda sebelumnya Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro bekerja sama dengan Puskesmas Kota, kali ini PMI bersama Kecamatan Kota Bojonegoro bekerjasama melakukan Penyuluhan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Darurat Demam Berdarah

Kasus DBD Meningkat, Puskesmas dan PMI Berantas Sarang Nyamuk

Maraknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang akhir-akhir ini melanda kota ledre, membuat berbagai lapisan masyarakat bergerak menanganinya, apalagi instansi kesehatan, khususnya Puskesmas Bojonegoro yang hari ini, Jum'at (25/1/2019) menggalakan kegiantan pembasmian sarang dan jentik nyamuk bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

Empat Warga Sekaran Terjangkit DBD

Sepekan terakhir 4 warga Desa Sekaran, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro dilarikan ke rumah sakit. Ke empat warga tersebut didiagnosis terjangkit Demam Beradarah Dengue (DBD), lantaran terkenan gigitan nyamuk Aedes Aegypti.