Musyawarah Daerah (Musyda) ke-12 Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Bojonegoro, di hotel & resto MCM Bojonegoro, Minggu (15/9/2019), menyepakati Ali Zulkarnain nahkodai PDPM 2018-2022. Pemuda asal Kecamatan Baureno itu dipilih dalam rapat formatur yang beranggotakan 11 orang.
Dinamika organisasi Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Bojonegoro, dalam berorganisasi semakin dinamis. Termasuk mekanisme pemilihan ketua juga berbeda pada tahun sebelumnya, karena periode sekarang ini melalui pemilihan formatur.
Setelah masa kepengurusan Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bojonegoro 2014-2018 habis, organisasi kepemudaan mengadakan Musyawarah Daerah (Musda), Minggu (15/9/2019), di Hotel & Resto MCM Bojonegoro. Musyawarah tertinggi tersebut untuk menentukan ketua periode 2018-2022.
SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro melangsungkan Purna Wiyata di pendopo Malowopati, Bojonegoro pada Sabtu (22/6/2019) pagi. Sekolah melepas sebanyak 94 siswa-siswinya.
Berkhitman pada organisasi Muhammdiyah terus ditanamkan kepada para kader dan karyawan. Sehingga melalui Baitul Arqom yang dilakukan Majelis Pendidikan Kader (MPK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bojonegoro, ingin meneguhkan komitmen pada organisasi tercintanya tersebut.
Puluhan siswa SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro berhasil mengharumkan nama baik sekolah, dengan memborong berbagai kejuaraan loma yang di adaka Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro beberapa waktu lalu.
Sebagai agenda tahunan yang diselenggarakan Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah Dua (Muda) Sumberrejo, Drumband Carnival berjalan cukup meriah, Minggu (17/02/2019).
Secara historis Kelahiran Muhammadiyah 106 tahun yang lalu tidak lain kerena diilhami, dimotivasi dan disemangati oleh ajaran-ajaran Al Qur’an. Dan apa yang digerakkan oleh Muhammadiyah tidak ada motif lain kecuali semata-mata untuk merealisasikan prinsip-prinsip ajaran Islam dalam kehidupan riil dan konkrit. Gerakan Muhammadiyah senantiasa diarahkan untuk menampilkan wajah Islam dalam wujud yang riil, konkrit dan nyata, yang dapat dihayati, dirasakan dan dinikmati oleh umat sebagai rahmatan lil alamin (memberikan rahmat bagi seluruh alam “seluruh kehidupanâ€). Dari siniliah maka seluruh gerakan Muhammadiyah di negeri ini, tidak lain adalah sebagai bentuk pengabdian keTuhanan, keUmatan, keBangsaan, dan keIndonesiaan). Komitmen inilah yang juga dalam perspektif Muhammadiyah, hanya dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas umat, kualitas masyarakat Indonesia, tanpa melepas karakter, nilai-nilai, dan budaya bangsa pada makna subtantifnya, bukan simbolnya.
Kisah Nabi Muhammad tidak mungkin dilupakan umat Islam. Peranan Muhammad sebagai agen of change akan terus diteladani dan diinternalisasi oleh penganutnya. Hingga setiap 12 Rabiul Awal selalu diperingati sebagai kelahiran sosok yang membentuk hati dan pola pikir umat islam.
Di Bulan Ramdan 1439 Hijriyah, Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Bojonegoro adakan kegiatan Kajian Ramadhan dengan tema 'Politik Nilai Untuk Islam Berkemajuan'. Kegiatan itu, dilaksanakan di Aula Bawah Masjid At-Taqwa Kabupaten Bojonegoro, pada hari Minggu, (26/5/2018).