Malam Terbaik dari 1000 Bulan Bukanlah Instan
"Wah…pisangnya bagus-bagus Mbah…" kataku sembari berjongkok didepan perempuan sepuh yang berjualan di pinggir jalan depan pasar...
"Wah…pisangnya bagus-bagus Mbah…" kataku sembari berjongkok didepan perempuan sepuh yang berjualan di pinggir jalan depan pasar...
492 pasang calon pengantin (catin) yang ada di Kabupaten Bojonegoro, bakal melangsungkan pernikahan pada malam songo atau malam ke 29 Ramadan. Hal ini dipaparkan langsung oleh Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro.
Malam Nisfu Syaban 1445 hijriah diprediksi jatuh pada Sabtu, 24 Februari 2024, setelah waktu magrib atau malam Minggu, 25 Februari 2024, berdasarkan kalender hijriah Kementerian Agama (Kemenag).
Sya'ban adalah membaca Yasin 3 kali. Hal ini sebagai salah satu amalan untuk menghidupkan malam yang penuh keutamaan ini.
Menjelang Hari Ulang Tahun ( HUT), Tentara Nasional Indonesia ( TNI) yang ke 78 rombongan Kodim 0813 melakukan ziarah makam yang bertempat di Taman Makam Pahlawan ( TMP) Kusuma Bangsa, jalan Bojonegoro, Kecamatan Dander, Desa Ngumpakdalem.
Sebanyak 1325 personel di wilayah hukum Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) dikerahkan dalam rangka mengamankan kegiatan malam satu suro atau tahun baru hijriah 1 Muharram 1445 H yang dirangkum dalam giat Operasi Aman Suro 2023.
Sejak buka sore sampai malam, makanan di trotor jalan DR. Wahidin Kota Bojonegoro, Jawa Timur ini tidak pernah sepi.
Tidak hanya dewasa, bahkan anak-anak juga tertarik untuk melangsungkan pernikahan di malam sanga atau malam ke-29 Ramadan.
Tepat tanggal 29 Ramadan, dalam tradisi Islam Jawa menyebutnya sebagai Malam Sanga yang diyakini sebagai turunnya Lailatul Qodar, hingga sebagai hari baik untuk melangsungkan akad nikah.
Sekilas tradisi Malam Sanga merupakan salah satu bagian dari malam ganjil dari bulan ramadan pada 10 hari terakhir. Yaitu malam selikur, telulikur, selawe, pitulikur dan yang terakhir adalah malam sangalikur.