SKK Migas dan KKKS Jabanusa menggelar lokakarya Media selama dua hari, Selasa-Rabu (11-12/4/2017) di Sumenep. Kegiatan itu diikuti pimpinan media dari Bojonegoro, Gresik, Surabaya, Sidoarjo dan Sumenep.
Selain meningkatkan jumlah pemilih, menjadikan pemilih cerdas juga harus dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sehingga perlu inovasi dalam pembelajaran terhadap masyarakat, salah satunya dengan membuat Rumah Pintar Pemilu (RPP), seperti yang dilakukan KPU Kabupaten Bojonegoro yang mendirikan RPP 'Kayangan Api'.
Malang tak dapat ditolak, seorang pelajar SMP Kalitidu ditemukan tak bernyawa di Waduk Dayakan Desa Wotanngare, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, sore kemarin. Jazad korban tenggelam di dasar waduk dalam kondisi tak bernyawa.
Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro Letkol Inf M. Herry Subagyo memimpin Upacara Laporan Kenaikan Pangkat 22 Bintara dan Tamtama, serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) jajaran Kodim 0813 Bojonegoro. Kegiatan berlangsung di Lapangan Upacara Makodim setempat, Senin (10/4/2017).
Menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) berbagai persiapan dibuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Bojonegoro, termasuk membuat Rumah Pintar Pemilu (RPP).
Himbauan Presiden Joko Widodo untuk tidak mencampurkan agama dan politik yang disampaikan dalam pidatonya pada saat meresmikan Tugu Titik Nol Peradaban Islam Nusantara di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, menuai kritik dari beberapa tokoh politik. Pernyataan presiden tersebut dikritik tidak punya pijakan sejarah. Namun kritik itu tak menyurutkan pikiran dan langkah politik, pada saat meresmikan Masjid Arifah Istiqomah Ponpes Khalifatullah Singo Ludiro, Sukoharjo Jawa Tengah, dalam pidatonya presiden kembali mengingatkan semua elemen bangsa untuk tidak mempolitisasi agama. Presiden Joko Widodo juga mengklarifikasi bahwa tidak ada pikiran politik atau kehendak untuk memisahkan agama dan politik atau negara, namun menegaskan bahwa hubungan antara keduanya harus dijalin dalam konteks yang tepat.
Meski letak Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Bubulan jauh dari perkotaan, tepatnya terletak di daerah hutan. Namun hal tersebut tidak menghambat terselenggaranya pelaksanaan UNBK yang diadakan serentak secara Nasional mulai hari ini, Senin (10/4/2017) untuk tingkat SMA dan MA.
Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang pertama kali digelar bagi sekolah Madrasah Aliyah (MA), ternyata tidak membuat para peserta menjadi ciyut nyali, malah semakin semangat dalam mengerjakan soal-soal yang disedikan, karena tidak membosankan.
Salah satu peserta Ujian Nasional asal sekolah MA-Attanwir Talun Sumberrejo Bojonegoro mengundurkan diri. Peserta yang bernama Yusnma Nabila Rahma Putri ini mengundurkan diri karena sakit, penyakit kanker yang diderita siswi tersebut, diagnosa terakhir menunjukan bahwa keadanya semakin lemah.
Berbeda dengan tahun kemarin, tahun ini adalah pertama kalinya bagi siswa-siswi Madrasah Aliyah (MA) mengikuti pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), meskipun begitu tidak semua MA yang ada di Kabupaten Bojonegoro menggelar UNBK.