43 Siswa MAI At-Tanwir Lulus SNBP 2023, Ada yang Masuk Kedokteran UI
Empat tahun berturut-turut Jawa Timur menjadi Provinsi dengan siswa terbanyak diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tanpa tes.
Empat tahun berturut-turut Jawa Timur menjadi Provinsi dengan siswa terbanyak diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tanpa tes.
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu jenis pendidikan menengah atas yang menyiapkan calon tenaga kerja sesuai kebutuhan pasar kerja. Tentu yang spesifik pada bidang keahlian tertentu.
Di Tahun 2022 ini ada 5.586 siswa SMA sederajat baik itu negeri dan swasta di Kabupaten Bojonegoro yang dinyatakan lulus sekolah, yang diumumkan pada 5 Mei 2022.
Sebelumnya Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) mengumumkan, sebanyak 120.463 siswa diterima Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) 2022. Dari jumlah tersebut, Provinsi Jawa Timur (Jatim) menjadi penyumbang terbanyak yakni 17.807 siswa atau 20,15 persen dari total 88.375 pendaftar.
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu jenis pendidikan menengah atas yang menyiapkan calon tenaga kerja sesuai kebutuhan pasar kerja. Tentu yang spesifik pada bidang keahlian tertentu.
Moment bahagia kelulusan siswa SMP resmi diumumkan hari ini, Jumat (4/5/2021). Tercatat ada 11.077 siswa dari SMP Negeri maupun swasta yang mendapatkan informasi kelulusan tersebut. Kelulusan sendiri ditentukan sekolah sesuai edaran Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bojonegoro.
Memperhatikan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020, tentang pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Masa Darurat Pandemi Covid-19. Maka perlu diterbitkan SE sebagai panduan dalam pelaksanaan pengumuman kelulusan dan kenaikan kelas bagi peserta didik pada tingkat satuan pendidikan. Khususnya Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri dan Swasta di Kabupaten Bojonegoro.
Pengumuman kelulusan untuk siswa jenjang Sekolah Dasar (SD), direncanakan Senin (15/6/2020) besok.
Dari 17.250 anak, ada enam siswa dinyatakan tidak lulus. Enam siswa tersebut berasal dari Kecamatan Kapas 3 anak , satu siswa dari Kecamatan Baureno, dan dua siswa dari Kecamatan Temayang. Mereka tidak lulus karena persentase kehadiran yang minim. Sehingga, mereka disarankan melanjutkan ke pendidikan kesetaraan atau kejar paket B.
Pengumuman kelulusan siswa jenjang SMP telah diumumkan secara serentak pada Jumat (5/6/2020). Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro, mengintruksikan kepada semua sekolah agar tahun 2020 ini tidak menggelar perpisahan.