Dari 5 Tempat Isolasi, Tinggal 1 yang Difungsikan
Upaya antisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19 oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro sudah dilakukan sejak pemerintah menetapkan sebagai bencana nasional.
Upaya antisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19 oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro sudah dilakukan sejak pemerintah menetapkan sebagai bencana nasional.
Dari 17.250 anak, ada enam siswa dinyatakan tidak lulus. Enam siswa tersebut berasal dari Kecamatan Kapas 3 anak , satu siswa dari Kecamatan Baureno, dan dua siswa dari Kecamatan Temayang. Mereka tidak lulus karena persentase kehadiran yang minim. Sehingga, mereka disarankan melanjutkan ke pendidikan kesetaraan atau kejar paket B.
Acara pelantikan kepala SMA/SMK yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur di Gedung Badan Kepegawaian Daerah (BKD) pada 20 Mei 2020 lalu, disinyalir menjadi klaster baru penyebaran covid-19 di Jawa Timur.
Melihat Proses Pembuatan Jajanan Jadul 'Ladu'
Hampir setiap desa di Kabupaten Bojonegoro telah ada selter isolasi untuk masyarakat yang pulang dari pusat pandemi Covid-19 atau virus Corona.
Menjelang hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah, para penjahit alas kaki di wilayah Kabupaten Bojonegoro mulai kebanjiran pesanan.
Muncul Klaster Baru Di Bojonegoro, Pemkab Dan Pemprov Rapat Terbatas
Banyaknya hasil yang menunjukkan reaktif positif dari hasil klaster pasar, membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jatim berkoordinasi dengan Pemkab Bojonegoro menentukan langkah antisipasi penyebaran covid 19 ini agar tidak semakin meluas. Selain itu guna mengetahui secepatnya hasil dari rapid test pedangang pasar itu akan dibawa ke RS. Saiful Anwar Malang.
Pemkab Siapkan 430 Shelter Layak untuk Antisipasi Pemudik
Di tengah ketidakstabilan ekonomi akibat wabah virus corona, Bapas (Balai Pemasyarakatan) Kelas II A Bojonegoro membagikan bantuan berupa sembako guna membantu warga terdampak, diantaranya para mantan narapidana.