Waspada Banjir Bengawan Solo
Waduh...! Tren Air Bengawan Solo Naik Cepat
Tinggi air sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro terus naik pukul 09.00 WIB. Bahkan di Karangnigko sudah akan masuk ke siaga Siaga 1 (Hijau).
Tinggi air sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro terus naik pukul 09.00 WIB. Bahkan di Karangnigko sudah akan masuk ke siaga Siaga 1 (Hijau).
Bengawan Solo yang melintasi belasan kecamatan di Kabupaten Bojonegoro kembali menunjukkan tren naik. Bahkan, laporan terkini menunjukkan Siaga 1 (Hijau).
Sempat surut cukup tajam, sejak semalam kenaikan debet air Bengawan Solo meningkat sangat cepat. Bahkan, tidak sampai 12 jam, kenaikan sampai 1 meter.
Sempat naik cukup signifikan sejak semalam, tepat pukul 15.00 WIB, air di Bengawan Solo tampak mulai turun. Hal itu terlihat dari papan pantau di Kota Bojonegoro yang ada penurunan sekitar 2 centimeter.
Tampak, warga tengah menikmati makan di tanggul desa, dengan pemandangan luberan air bengawan dan jagung yang tinggal terlihat sedikit, Selasa (17/12/2024).
Tampak, warga Desa Sarangan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur sedang memanen secara paksa jagung. Sebab, lokasinya di bantaran sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut.
Saat air sudah berada di level Siaga Merah (siaga 3), maka kecamatan di bantaran Sungai Bengawan Solo sudah mulai kebanjiran. Jika ada luberan air, maka 14 kecamatan sudah terbiasa menjadi langganan.
Peningkatan tinggi air sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro terus naik sampai siang hari. Bahkan, pukul 12.00 WIB telah masuk Siaga 1 (Hijau).
Informasi blokBojonegoro.com, Senin (16/12/2024) dari data Perusahaan Umum Jasa Tirta Divisi Jasa Asa III Bengawan Solo yang dilansir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro menjelaskan, pada pukul 00.00 WIB di papan ukur Kota Bojonegoro ketinggian air masih di angka 10.42 phielschall.
Sukirno alias Gareng, asal Desa Sukorejo, Bojonegoro sudah 10 tahun ini menekuni profesinya sebagai Badut panggilan. Dia kerap kali dipanggil meramaikan acara ulang tahun, maupun syukuran. Berbicara popularitas, mungkin dia tidak kalah pamor dengan orang-orang besar di Bojonegoro, paling tidak di kalangan ibu-ibu rumah tangga dan anak-anak.