Skip to main content

Category : Tag: Kolom


ILC, Bahasa dan Kesantunan Kita

Bahasa memiliki arti yang sangat penting dalam dunia politik. Bahasa menjadi media yang ampuh untuk menanamkan ideologi, merebut atau mendapatkan, serta mempertahankan kekuasaan.. Pada hakikatnya Setiap teks selalu terkandung ideologi. Bahasa tidak dapat dipandang sebagai entitas yang netral, tetapi memiliki ideologi yang membawa muatan kekuasaan. Ideologi dan kekuasaan tercermin dalam pemakaian kosakata, kalimat, dan struktur wacana. Bahasa sebagai sebuah teks adalah satu sistem tanda tergorganisir yang merefleksikan sikap, keyakinan dan nilai-nilai tertentu. Maksim merupakan petuah atau kesepakatan yang menuntun percakapan. Penutur dan petutur diharapkan dapat bertutur dengan baik sesuai dengan pemahaman terhadap penerapan prinsip kesantunan. Oleh karena itu, Prinsip kesantunan sangat penting untuk menjalin komunikasi yang lancar dan tanpa menyakiti perasaan orang lain.

Bertahan dari Provokasi Kemewahan

Tujuan hidup semua orang adalah mendapatkan kebahagiaan. Tidak hanya dunia. Manusia beriman juga menginginkan hidup bahagia setelah dunia. Namun, apakah kebahagiaan itu adalah kemewahan? Mari kita urai bersama.

Kebohongan dan Amnesia Politik

“Betapapun cepatnya kebohongan itu, namun kebenaran akan mengejarnya juga.“ Pernyataan Tan Malaka dikutip dari buku “Dari Penjara Ke Penjara” sangat tepat menggambarkan kasus Ratna Sarumpaet. Cerita khayalan tentang penganiayaan yang dialami serta kegiatan Konferensi Asing yang diikutinya, menyebar luas dengan sangat dahsyat. Wajah lebam dampak operasi plastik yang diklaim sebagai buah penganiayaan viral di media sosial.

Mistifikasi Komunisme dan Pilpres 2019

Ada hantu yang setiap tahun selalu didatangkan ke Indonesia, mengisi narasi dan perdebatan politik di lingkaran elite sampai obrolan warung kopi. Hantu itu bernama komunisme. Pada masa Orba, hantu-hantuan itu telah menjadi liturgi politik tahunan yang harus diikuti rakyat. Saat ini, pengguliran isu komunisme tidak lepas dari momentum pemilu 2019, khususnya pemilihan presiden.

Catatan dari New York, USA (2)

Berburu Masakan Indonesia di New York

Pergi ke negara orang bagi saya yang paling sulit adalah mencari masakan rasa Indonesia. Maklum lidah saya terlalu "setia" dengan pecel, rawon, soto, sate, gudeg, rendang, rujak cingur.

Muharram, Momen Kehancuran Fir'aun

Tahun Baru Hijriyah sudah berlalu lebih dari seminggu. Umat Islam kembali bergemuruh untuk memperingati 10 Muharram atau Hari Asyura’. Ada yang berpuasa, membuat acara-acara seremonial atau bahkan, jika datang ke Iran (kawasan yang mayoritas Syiah) anda akan disuguhi sebuah pertunjukan yang mengerikan. Yakni, menghajar diri sendiri dengan benda-benda tajam. Hal itu dilakukan sebagai ritual untuk ikut merasakan pedih yang dialami Husain bin Ali bin Abi Thalib, Cucu Nabi Muhammad SAW yang disiksa Yazid bin Muawiyah dengan kejam.

Catatan Piala Indonesia 2018

Persibo, Langkah Tertunda Piala Indonesia

Setelah vakum selama 6 tahun, akhirnya Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menggelar Piala Indonesia 2018. Tahun ini, pertandingan diikuti 128 klub terdiri 18 klub liga 1, 24 klub liga 2 dan 86 klub liga 3. Sistem pertandingan dibagi dalam 7 babak (pendahuluan, 64 besar, 32 besar, 16 besar 8 besar, semifinal dan final). Persibo vs Madura United menjadi laga pembuka pada 8 Mei 2018 di Stadion Letjen H Sudirman Bojonegoro. Pemilihan tempat laga pembuka juga merupakan penghormatan kepada Persibo sebagai juara Piala Indonesia yang digelar terakhir pada 2012.

Pilkada Bojonegoro 2018

Turun, Jumlah DPT Pilkada 2018 Capai 1.026. 229 Jiwa

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bojonegoro telah menetapkan 1 juta lebih Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk pemilihan Gubernur, Wakil Gubernur Jawa Timur dan Bupati, Wakil Bupati Bojonegoro tahun 2018, Selasa (17/4/2018) di Kantor KPU Kabupaten Bojonegoro.

Bojonegoro dari Dalam

Mungkin para pembaca pernah tahu buku berjudul "Pram Dari Dalam". Buku yang berkisah kehidupan pribadi sang legenda itu ditulis langsung oleh adik kesayangan beliau, Susilo Toer. Digambarkan dalam buku tersebut kehidupan sehari-hari pengarang Novel tetralogi Pulau Buru, terutama soal sisi manusia biasa yang penuh dengan kekurangan. Begitu juga, kita harus bisa memandang Bojonegoro yang informasinya Matoh ini dari dalam.