Kemarau Tiba, Warga Dusun Bangle Mulai Kesulitan Air
Dampak musim kemarau mulai dirasakan oleh warga Dusun Bangle, Desa Malingmati, Kecamatan Tambakrejo yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari.
Dampak musim kemarau mulai dirasakan oleh warga Dusun Bangle, Desa Malingmati, Kecamatan Tambakrejo yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari.
Saat musim kemarau masyarakat Bojonegoro dihimbau untuk menjaga kesehatan agar tidak mudah terserang penyakit, seperti Infeksi Saluran Pernafasan Akut (Ispa).
Pada bulan September 2017 ini, di Jawa Timur termasuk Kabupaten Bojonegoro diperkirakan akan terjadi puncak musim kemarau.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa untuk musim kemarau tahun ini memiliki tipikal musim kemarau basah, yakni dimana potensi curah hujan masih akan terjadi di musim kemarau bulan ini.
Pada musim kemarau seperti ini, petani di Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro banyak yang menanam tanaman tidak membutuhkan banyak air seperti tembakau, jagung, kedelai maupun yang lainya.
Kecamatan Sekar memang terkenal dengan tanaman cabai. Musim kemarau tahun ini sebagian petani di Dusun Dibal, Desa Deling, sudah mulai tanam cabai.
Setelah sekitar dua minggu tidak turun hujan di sekitar Desa/Kecamatan Kedungadem, ternyata membuat banyak sumur warga setempat mulai kering.
Memasuki musim kemarau tahun ini, sebagian petani di sekitar Waduk Pacal, tepatnya Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Bojonegoro mulai menanam buah semangka.
Memasuki musim kemarau perlu diwaspadai masyarakat di Kabupaten Bojonegoro, baik di wilayah selatan maupun di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo. Pasalnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro memperkirkan kemarau terjadi bulan depan.