Kekeringan di Bojonegoro Meluas hingga 34 Desa
Bencana kekeringan pada musim kemarau panjang sebagai dampak fenomena El Nino di Kabupaten Bojonegoro semakin meluas, dampak kekeringan itu melanda hingga 34 desa yang tersebar di 12 Kecamatan.
Bencana kekeringan pada musim kemarau panjang sebagai dampak fenomena El Nino di Kabupaten Bojonegoro semakin meluas, dampak kekeringan itu melanda hingga 34 desa yang tersebar di 12 Kecamatan.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Tuban, memprediksi musim kemarau tahun 2023 ini diperkirakan terjadi hingga awal November. Hal ini ditunjukan dengan fenomena El-Nino yg diperkirakan terjadi hingga November.
Puncak kekeringan di Kabupaten Bojonegoro diperkirakan terjadi pada bulan Juli hingga Agustus saat ini. Berdasarkan data yang dihimpun dari BPBD Kabupaten Bojonegoro terdapat 24 desa di 13 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro yang mengalami krisis air bersih.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus gencar menyalurkan bantuan air bersih untuk mengatasi kekeringan di wilayah Bojonegoro. Targetnya, bantuan air bersih akan didistribusikan ke 22 Desa rawan kekeringan yang tersebar di 12 Kecamatan.
Kemarau, Waduk di Bojonegoro Mulai kering
Puncak musim kemarau tahun 2023 diperkirakan terjadi pada bulan Juli hingga Agustus 2023. Sejak awal kemarau lalu, tercatat 22 desa di 12 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro dilanda krisis air bersih.
Warga Kabupaten Bojonegoro yang berada di daerah kekeringan menyambut gembira adanya droping air bersih. Mereka merasa terbantu dengan bantuan air bersih dari Pemkab Bojonegoro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Beberapa Desa di Bojonegoro Mulai Kekeringan
Musim kemarau tahun 2023 ini, wilayah Indonesia diprakirakan akan lebih panjang dan kering dibandingkan 3 tahun sebelumnya. Hal tersebut disebabkan oleh gangguan fenomena cuaca yang terjadi yaitu El-Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD).
Pada kemarau tahun 2023 ini ada 10 desa yang tersebar di 9 kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro mengalami kekeringan hingga krisis air bersih. Sehingga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro terus melakukan berbagai upaya, diantaranya dengan terus mendropping air bersih dan menyiapkan ratusan tangki untuk disebar ke desa-desa yang mengalami kekeringan.