Skip to main content

Category : Tag: Iai


Berita Foto

Ribuan Warga Antar Yai Anwar Badaruddin

Selamat jalan Romo Kiai Anwar Ali Badaruddin. Tampak ribuan warga melepas jenazah tokoh masyarakat asal Dusun Patoman, Desa Simorejo, Kecamatan Kanor, Bojonegoro.

Sinau Bareng Cak Nun

Jadikan Full Moon Sebagai Malam Pembersihan

Sinau bareng Cak Nun dalam konteks Full Moon atau malam purnama, seyogyanya bisa menjadi sebuah malam pembersih. Hal ini dikatakan Cak Nun secara langsung kepada segenap masyarakat Maiyah yang datang memadati Alun-Alun Bojonegoro, Sabtu (10/9/2022).

Berita Foto

Di Antara Hujan Gerimis, Kiai Kanjeng Buka Musik Lantunan Tauhid

Jamaah Maiyah yang memadati area Alun-Alun Bojonegoro sedikitpun tak bergeming meskipun hujan gerimis berjeda menyelimuti acara Sinau bareng Cak Nun. Tak sedikit pula masyarakat Maiyah yang melindungi diri dari hujan dengan menggunalan alas plastik yang dibeli sore hari.

Haul KH Sholeh Attanwir ke-30

Perdana, Halaqoh dan Temu Alumni Lintas Angkatan Semarakkan Haul Yai Sholeh

Sebagai rangkaian perayaan Haul ke-30 Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Attanwir digelar acara Halaqoh dan Temu Alumni dengan menghadirkan Kepala Bappeda Jatim M Yasin, Rektor UIN Malik Ibrahim Malang Prof Dr M Zainudin, hingga Wali Kota Pasuruan.

Napak Tilas Makam Kiai Tameng Jati, Tertua di Bojonegoro

Bila kita mendengar nama Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, tentu dalam benak masyarakat akan berpikir beberapa destinasi wisata religi, salah satunya Makam Kiai Tameng Jati alias Abdurrahman Hadi.

Kiai Khos, Kiai Noer Alie (Si Singa Karawang-Bekasi)

Melawan Belanda dengan Ilmu Kasat Mata

Singa Karawang, julukan yang disematkan untuk seorang pejuang kemerdekaan Indonesia, dari tanah Bekasi, beliau KH. Noer Ali, lahir di Desa Ujung Malang, Bekasi tanggal 15 juli 1914. Ayahnya bernama Anwar bin Layu (seorang petani) dan ibunya bernama Maimunah.

Sempat Tak Direstui, Fatayat NU Akhirnya Mandiri

Dua tahun kemudian tepatnya tahun 1942 Puteri NUM mengajukan untuk memiliki struktur terpisah dari Muslimat dan pergantian nama menjadi Fatayat NU dengan alasan semakin bertambahnya cabang-cabang di berbagai daerah.